Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Cabai Rawit dan Sayur-Sayuran Picu Tingginya Inflasi di Babel

Rendy Ferdiansyah
07/1/2026 14:35
Cabai Rawit dan Sayur-Sayuran Picu Tingginya Inflasi di Babel
komoditas cabai rawit sebabkan inflasi Bulan Desember tinggi di Babel. (MI/Rendy Ferdiansyah)

MELONJAKNYA harga cabai rawit dan sayur-sayuran memicu angka inflasi bulanan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) tinggi.

Pasalnya Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Desember 2025, Babel mengalami inflasi sebesar 0,55% (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan periode November 2025 yang mengalami inflasi sebesar 0,36% (mtm)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy mengatakan inflasi di periode Desember 2025 utamanya disebabkan oleh terjadinya peningkatan konsumsi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Raya Natal 2025 dan menjelang tahun baru 2026. 

Selain itu, kenaikan harga komoditas cabai rawit dan sayuran hijau disebabkan oleh terbatasnya pasokan sebagai dampak dari cuaca ekstrem. "Saat ini cuaca kita ekstrem, makanya harga naik karena pasokan berkurang, ini memicu tingginya inflasi bulan desember kita," kata Rommy, Rabu (7/1).

Namun demikian, TPID Provinsi maupun Kabupaten/Kota terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan stok sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Secara spasial tahunan, lamjutnya seluruh wilayah yang disurvei Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. 

Kabupaten Bangka Barat tercatat sebagai wilayah yang mengalami inflasi tertinggi yakni sebesar 4,02% (yoy). Kemudian Kabupaten Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang yang mengalami inflasi masing-masing sebesar 2,69% (yoy) dan 2,58% (yoy).  "Tanjungpandan tercatat sebagai wilayah yang mengalami inflasi terendah yakni sebesar 1,44% (yoy)." ujarnya.

Ia menambahkan Bank Indonesia terus bersinergi dengan TPID dan mitra strategis lainnya dalam menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil. 

Secara tahunan,  menurutnya Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi sebesar 2,77% (yoy) atau masih berada di dalam target inflasi nasional yaitu sebesar 2,5±1% (yoy). Angka inflasi tahunan ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 2,92% (yoy). (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik