Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya menjaga stabilitas inflasi terutama menjelang hari raya Galungan yang jatuh pada Rabu (28/2), Pemerintah Kota Denpasar menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (21/2).
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I.B. Alit Wiradana ini juga dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Diah Utari.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Duah Utari menyampaikan, Inflasi di Kota Denpasar masih terkendali sebesar 2,12 (Januari 2024 terhadap Januari 2023 atau year on year /yoy) Hal ini dapat dilihat dari harga barang kebutuhan pokok yang dapat terjaga, kecuali beberapa komoditas terlihat mengalami kenaikan harga, seperti beras dan cabai.
Baca juga : Tekan Inflasi, Pemkot Denpasar Gelar Pameran “Gema Tridatu’
Dia menjelaskan, harga beras masih terpantau naik yang dipicu oleh keterbatasan pasokan sehingga kehadiran pemerintah sangat diperlukan dalam menjaga ketersediaan beras dan ekspektasi masyarakat.
"Komoditas yang diproyeksi menjadi penyumbang inflasi selama hari raya Galungan dan Kuningan yaitu beras, daging ayam ras, telur ras, kacang panjang, cabai rawit, dan canang sari (sejenis sesajen)," ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I.B. Alit Wiradana mengatakan beberapa langkah antisipatif yang dilakukan dalam pengendalian inflasi di Kota Denpasar, yakni pelaksanaan pasar murah/bazar pangan untuk komoditas yang berpotensi naik, pengembangan gerai alternatif milik Perumda, peningkatan cadangan pangan melalui kerja sama antardaerah, dan peningkatan ketahanan pangan rumah tangga melalui urban farming.
Baca juga : Ringankan Warga Beli Bahan Pokok, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah
"Dengan berbagai langkah dan strategi yang sudah dirancang TPID Kota Denpasar ini, diharapkan harga bahan pangan menjelang Galungan dan Kuningan dapat terkendali dan harga dapat stabil di masyarakat," harapnya.
Lebih lanjut Alit Wiradana menekankan, untuk kenaikan harga beras yang terjadi perlu didorong dengan peningkatan penyaluran beras SPHP dari Bulog. Ke depan akan dilakukan pengecekan ketersediaan stok beras di Gudang Bulog dan pemantauan operasi pasar. Hal tersebut guna memastikan kelancaran proses distribusi dan ketersediaan stok.
"Kenaikan harga beras sangat dirasakan masyarakat, oleh karena itu kehadiran beras SPHP dari Bulog tentu akan meringankan masyarakat yang membeli beras," ujarnya. (RS)
Ket foto: Pemerintah Kota Denpasar menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (21/2). (Z-5)
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Kehadiran jajaran Pemkot Denpasar dalam perayaan Natal ini menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam menjamin kerukunan beragama di Bali,
Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, kelancaran lalu lintas, serta keselamatan wisatawan dan masyarakat yang merayakan ibadah Natal di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Target ambisius ini dicanangkan setelah Denpasar berhasil menanggulangi dampak fluktuasi angka kemiskinan yang dipicu oleh pandemi Covid-19.
Harga rata-rata cabai rawit merah kini berada di level Rp53.900 per kilogram, turun jauh dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru
Di tengah tren deflasi komoditas bumbu dapur pasca-Nataru, harga daging sapi murni justru mencatatkan kenaikan anomali. Pedagang pasar mengeluhkan pasokan yang tersendat.
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Harga cabai rawit merah, misalnya, untuk eceran Rp 76.200-Rp80.800 sementara harga di pasar induk Rp48.452.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Pasokan cabai merah di tingkat petani terbatas menyebabkan harganya mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp90 ribu per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved