Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa bernafas lega karena bisa melanjutkan musim tanam Oktober Maret (Okmar). Sebelumnya, para petani khawatir gagal panen karena kekeringan akibat curah hujan masih minim.
Hal itu terjadi pada pertengahan Januari lalu. Namun, memasuki Februari, intensitas curah hujan kembali normal dan tanaman padi nampak menghijau kembali.
Plt Kepala Dinas Pertanian Ende Gadir Dean menjelaskan, anomali iklim yang tidak menentu, ditambah dengan rendahnya curah hujan berdampak pada ribuan hektare lahan sawah tadah hujan di beberapa wilayah yang tidak dapat ditanami.
Baca juga : Hama Ulat Penggerek Batang Serang Lahan Sawah di Aceh
"Dinas Pertanian telah melakukan intervensi dengan memberikan benih baru untuk musim tanam Desember Januari dan juga memberikan bantuan dengan menurunkan brigade Alsinta seperti mesin pompa untuk membantu petani," ujar Gadir, melalui keterangannya, Rabu (21/2).
Gadir mengungkapkan, memasuki Februari, curah hujan kembali normal. Dalam seminggu, terjadi hujan 3-4 kali. Sehingga, ketersediaan air mulai tercukupi dan kondisi tanaman juga tumbuh normal.
"Situasi ini menunjukkan urgensi untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak terduga. Serta meningkatkan ketahanan pangan di wilayah ini," ujarnya.
Baca juga : Fenomena El Nino, Petani Aceh Bisa Panen Gadu 15 Ribu Hektare
Data yang diperoleh dari Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Ende menunjukkan, hingga Februari 2024, sekitar 3.179,89 hektare lahan sawah tadah hujan di Ende masih kosong, dari total luas lahan sawah tadah hujan yang mencapai 4.265,19 hektare. Sekitar 1.085,30 hektare sawah tadah hujan yang telah dimanfaatkan dan ditanami oleh petani selama musim tanam Oktober 2023 hingga Maret 2024.
Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengingatkan seluruh daerah untuk mengantisipasi terhadap musim kemarau tahun ini serta menyiapkan alokasi bantuan dan memanfaatkan berbagai sumber air.
”Kami terus memantau daerah-daerah yang belum tanam yang disebabkan belum tersedianya air hingga ke lahan, menggunakan pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air yang ada sehingga lahan terairi," ujar Ali.
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Musim tanam gadu yang berlangsung antara Mei hingga Agustus memiliki peran penting dalam menjaga target produksi beras nasional.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Warga Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar di parit sempit kawasan persawahan pada Senin (22/12).
Seekor buaya berukuran besar menggegerkan warga setelah ditemukan berada di area persawahan di Kampung Cikiwul, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melihat langsung dampak kerusakan yang diakibatkan bencana banjir di Desa Cot Ara, Kecamatan Kuta Blang, Aceh, pada Minggu (14/12).
Disepakati target pemberian perlindungan asuransi kepada 6.222 hektare lahan sawah yang ditanam padi oleh para petani di Kalimantan Tengah.
SEIRING musim hujan tiba, petani padi sawah di kawasan Provinsi Aceh, kini mulai turun ke sawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved