Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH cuaca panas berlangsung hampir empat pekan terakhir, kini hujan mulai turun pada Sabtu (2/11) sore, di kawasan Kabupaten Pidie, Aceh. Kedatangan kembali air sumber kehidupan itu disambut baik para petani padi sawah di kawasan pesisisir Selat Malaka tersebut.
Pasalnya ribuan lahan sawah di kabupaten sebelah timur pengunungan Seulawah itu terancam gagal tanam dan tidak bisa dibajak akibat tak kunjung hujan hampir sebulan terakhir. Bahkan banyak lahan sawah yang tidak sempat menabur benih karena tidak turun hujan sejak empat pekan lalu.
Karena itu, guyuran hujan deras yang kembali membasahi lahan pertanian itu, diharapkan hujan sore ini mengawali kemakmuran air di lahan pertanian setempat.
"Insya Allah ini hujan ini akan terus berlanjut hingga semua lahan sawah yang mulai ditinggalkan pemiliknya bisa digarap kembali" tutur Ghina Zuhaira, Mahasiswi Smester VII, Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, yang lahan sawah keluarganya sudah mengering di Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie.
Dikatakan Ghina, sekeluarga mereka dan orang lain sekampungnya adalah sebagai petani yang untuk membiayai keluarga sangat ketergantungan dengan hasil produksi gabah. Apalagi kondisi ekonomi yang sedang sulit.
Abdullah, tokoh masyakat di Kecamatan Delima mengatakan, petani yang cukup lama sudah menanti curah hujan, kini sudah siap melakukan olah tanah. Harapan besar mereka sumber air hujan tidak akan berhenti lagi sebelum musim tanam berakhir.
"Meskipun sebagian lantai sawah sudah mengeras laksana beton, segera diperlakukan kembali sesuai kebutuhan untuk menanam," tutur petani lainnya di Kecamatan Indrajaya. (MR/J-3)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved