Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INTENSITAS hujan di Jawa Tengah meningkat sejak akhir September lalu, mendorong beberapa daerah lumbung pangan seperti Grobogan, Demak, Pati dan Rembang memulai musim tanam. Dengan dimulainya musim tanam saat ini, diperkirakan Desember dan Januari mendatang wilayah-wilayah tersebut telah memasuki musim panen.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (6/10), sawah-sawah di Grobogan, Demak, Pati, dan Rembang mulai menghijau. Sebelumnya, sawah di area tersebut cukup lama dianggurkan karena ketiadaan air akibat kemarau panjang.
Intensitas hujan yang mulai meningkat sejak September lalu dan sudah adanya air di sejumlah kawasan, menjadi alasan petani untuk memulai musim tanam. Sebagian besar mulai mencangkuli sawah dan sebagian lain menaburkan benih sebagai persiapan penanganan.
Baca juga : Banjir Grobogan Rendam 2.662 Rumah dan 56 Hektare Sawah
"Meskipun belum air mencukupi tetapi sawah sudah basah, jadi petani kami mulai menggarap sawah lagi," ujar kepala Desa Manggar Wetan, Muhibin.
Hal serupa juga diungkapkan Prayitno, petani di Welahan, Demak. Sambil menunggu gelontoran air dari Kedung Ombo, petani sudah mulai mencangkuli sawah dan menabur benih sebagai persiapan penanganan musim ini. Hujan yang mulai turun sejak September lalu telah membuat sawah kembali basah dan cukup untuk digarap.
Petani Pamotan, Rembang Muhammad, juga mengatakan hal yang sama. Hujan yang mulai datang menjadi alasan utama untuk memulai musim tanam tahun ini. "Semoga musim tanam hingga panen tahun ini lancar," tambahnya.
Baca juga : Banjir Grobogan, Jalur Kereta Api Sudah Bisa Dilintasi
Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengungkapkan sejumlah wilayah di daerah ini telah mulai musim tanam, ketersediaan air di sejumlah sungai dan hujan yang mulai mengguyur dengan intensitas ringan-lebat menjadikan petani mulai menggarap lagi sawahnya.
"Kalau untuk sawah tadah hujan kami belum ada laporan, terapi turunnya hujan diperkirakan dalam waktu dekat juga akan memulai," imbuhnya.
Berdasarkan penjadwalan, lanjut Sunanto, awalnya musim tanam baru akan dimulai November mendatang, namun mengingat hujan sudah datang maka pada 15 Oktober besok secara serempak Kabupaten Grobogan sudah mulai musim tanam, sehingga paling lambat Januari 2025 sudah panen. Daerah ini pun bertekad akan menjadi lumbung padi di Jawa Tengah.
Pada tahap awal, menurut Sunanto, jumlah lahan yang ditanami musim ini sebanyak 10 ribu hektare berada di sepanjang Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang dengan estimasi panen 60 ribu ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Demak, Agus Herawan, mengatakan petani di daerah Pantura Jawa Tengah juga mulai menggarap sawah di bulan Oktober ini. Secara keseluruhan, musim tanam baru akan dimulai November mendatang karena menunggu penggelontoran air dari Waduk Kedung Ombo. "Saat ini hujan baru cukup untuk membasahi dan mencangkuli sawah," imbuhnya. (AS/J-3)
Puluhan petugas gabungan untuk membantu warga akicat bencana angin puting beliung yang terjadi Jumat (17/20 petang dan terus dikakukan pendataan.
KPAI menegaskan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas meninggalnya siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibat perundungan.
Angga dipukuli dan hasil autopsi memperlihatkan ada gumpalan darah di bagian kepala diduga sebagai penyebab kematian korban
AKSI unjuk rasa berbuntut kerusuhan juga pecah di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Sabtu (30/8). Selain Gedung DPRD Grobogan, sejumlah kantor dan pos polisi menjadi sasaran.
Untuk kegiatan hari ini, penanaman dilakukan di lahan seluas 168.432,23 hektare, yang terdiri dari 117.510 hektare lahan perhutanan sosial dan sisanya merupakan lahan campuran.
Ratusan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan sejak semalam mulai dievakuasi dan mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) Desa Tanggirejo, Grobogan.
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Musim tanam gadu yang berlangsung antara Mei hingga Agustus memiliki peran penting dalam menjaga target produksi beras nasional.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved