Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Kerusuhan dan Perusakan Juga Terjadi di Purwodadi, 70 Orang Ditangkap

Akhmad Safuan
30/8/2025 21:08
Kerusuhan dan Perusakan Juga Terjadi di Purwodadi, 70 Orang Ditangkap
Sekelompok massa sedang melakukan pengerusakan Polsek Purwodadi dengan melempar batu.(Dok. MI)

AKSI unjuk rasa berbuntut kerusuhan juga pecah di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Sabtu (30/8). Selain Gedung DPRD Grobogan, sejumlah kantor dan pos polisi menjadi sasaran perusakan oleh massa aksi yang dipicu oleh tunjangan rumah DPR dan tewasnya driver ojol Affan Kurniawan tersebut.

Pemantauan Media Indonesia hingga Sabtu (30/8) malam, sejumlah kantor dan pos polisi di Purwodadi, Kabupaten Grobogan mengalami kerusakan serius. Selain kaca jendela pecah akibat lemparan benda-benda keras juga sejumlah bangunan rusak berat akibat amuk massa dalam demonstrasi berlangsung sejak siang.

Massa pada awalnya datang untuk menyampaikan aspirasi tiba-tiba berubah anarkis dengan melempar benda keras dari mulai batu hingga kayu ke sejumlah bangunan seperti Kantor Polres, Pos Satlantas Polres Grobogan, Polsek Purwodadi  dan Gedung DPRD Grobogan, bahkan sempat terjadi kericuhan di depan polres.

Massa sebagian besar remaja, mengendarai motor datang dari berbagai arah dan memarkirkan kendaraannya di sejumlah titik di Purwodadi, ibukota Kabupaten Grobogan. Mereka datang dengan berjalan kaki dan bergerak ke sejumlah titik.

"Saya sedang melintas depan Polsek Purwodadi, langsung terburu-buru pergi karena khawatir terkena imbasnya, saya lihat kantor polisi itu sepi tidak seperti biasanya," ujar Slamet,45, seorang warga Godong, Kabupaten Grobogan.

Sejumlah kantor polisi lain juga menjadi sasaran amuk massa yang tidak diketahui berasal, mereka langsung melakukan pelemparan dan perusakan terjadinya Gedung DPRD Grobogan hingga kaca jendela dan pintu pecah berantakan.

Kepala Satuan Intelkam Polres Grobogan Ajun Komisaris Joko Susilo mengatakan aksi massa ini diduga bukan buntut demonstrasi di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

"Aksi demonstrasi dilakukan pada umumnya anak sekolah SMP dan SMA sederajat berawal dari ajakan di medsos," kata Joko Susilo.

Menindaklanjuti aksi amuk massa ini, lanjut Joko Susilo, Polres Grobogan masih masih mendalami kerusuhan ini dan ada sekitar 70 orang pelaku kerusuhan tejah ditangkap dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan dan sementara diketahui mereka itu tanpa ada koordinasi satu dengan lainnya.  (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya