Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terus mengencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten tersebut. Pemkab juga mengeluarkan surat edaran untuk mewaspadai sebaran DBD kepada seluruh puskesmas di wilayah setempat.
Terlebih berdasarkan ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebutkan bahwa puncak musim penghujan bakal berlangsung pada Februari.
Juru Bicara Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo mengatakan penggencaran gerakan PSN juga dilakukan dengan diterbitkannya surat edaran kewaspadaan DBD. Menurut dia, surat tersebut disampaikan pada seluruh puskesmas dan kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan.
Baca juga : Waspadai Diare selama Liburan
"Kita membuat surat edaran untuk puskesmas dan kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan. Yangmana didalamnya berisi himbauan gencarkan PSN dan menggiatkan 3M+(Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas). Karena sangat efektif membunuh nyamuk dan jentiknya," katanya, Kamis (15/2).
Sejumlah program inovasi juga dilaksanakan dan dikembangkan oleh setiap puskesmas untuk pemberantasan sarang nyamuk, selain menerapkan 3M+ Seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Mantup yakni penanamanan serai.
Begitu juga dengan Puskesmas Turi yang mencetuskan inovasi pemeliharaan ikan cupang di setiap rumah warga untuk membunuh jentik-jentik. Dan program inovasi tersebut, lanjut dia, sangat berdampak signifikan. Hal dapat dilihat dari rendahnya angka kasus di daerah pencetus inovasi.
Baca juga : Waspada Gejala DBD, Agar Kondisi tidak Menjadi Berat
"Dampak dari menggiatkan PSN itu sangat signifikan. Seperti contohnya daerah Turi giat menghimbau warga memelihara ikan, berdampak pada kasus DBD sedikit, ada tiga kasus dalam setahun. Kami juga meminta agar puskesmas daerah lain melakukan hal serupa agar dapat mencegah kasus DBD di Kabupaten Lamongan secara menyeluruh," pungkasnya. (YK/N-1)
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Perubahan iklim diduga buka jalan bagi nyamuk untuk hidup di Islandia.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa kejadian penampilan goyang biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur bukan masalah sepele.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
PENGAMAT Sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis, memberikan penjelasan soal polemik penampilan biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur.
SEKELOMPOK anak muda dari perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengendara lain di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Heru, puso terjadi secara tersebar dan sebagian besar berlangsung pada Oktober 2025, saat tanaman padi telah memasuki masa panen.
Jawa Timur miliki Sekolah Rakyat terbanyak, sebanyak 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak secara nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved