Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA yang berbeda di posko pengungsian warga sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki di Lapangan Bola Kaki Desa Pululera, Kecamatana Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Selasa (30/1) malam. Para pengungsi mendapatkan hiburan dari grup musik lokal, Fajar Band dari Pulau Adonara.
Ratusan warga Desa Dulipali, Desa Klatanlo dan Desa Hokeng Jaya, yang mengungsi mandiri di Desa Pululera pun berkumpul di halaman lapangan Bola Kaki. Untuk sesaat mereka terhanyut dalam alunan musik dan berjoget sesuai irama.
Usai live music, Group Fajar band membagikan sembako kepada para pengungsi yang hadir menonton.
Baca juga : Erupsi Gunung Lewotobi Masih Fluktuatif, 2 Pengungsi Meninggal
Diana, pengungsi asal Desa Klatonlo mengaku cukup terhibur dengan adanya hiburan itu. Sudah satu bulan ia bersama keluarganya mengungsi dan baru kali pertama mendapatkan hiburan guna menghilangkan rasa bosan.
Acara musik ini dimulai sejak pukul 20.00 Wita hingga 24 00 Wita. (Z-3)
Baca juga : Jumlah Pengungsi Gunung Lewotobi yang Meninggal Bertambah
BANJIR lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/12). Banjir lahar terjadi akibat hujan deras.
GUNUNG berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (1/8) pukul 20.48 Wita.
Meski hujan tak berlangsung lama, banjir lahar dingin sempat mengagetkan warga.
Bantuan berupa telur ayam, pampers, selimut, handuk, air mineral dan peralatan mandi diberikan kepada 114 balita di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Senin (14/7).
Setelah erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, warga di lima desa di wilayah kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menggalami gangguan infeksi pernafasan atas (ISPA) dan diare
DUA pengendara sepeda motor yang sedang melintas di jalan Trans Larantuka - Maumere mengalami luka ringan usai kendaraan mereka tergelincir di atas permukaan jalan.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved