Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama BRI Insurance menyerahkan pembayaran klaim asuransi kepada pedagang Pasar Ngawen Kabupaten Blora yang kios atau lapaknya terbakar. Pedagang yang menerima klaim asuransi tersebut adalah nasabah BRI peserta asuransi BRINS (BRI Insurance).
Baca juga : Punya Asuransi? Anda Harus Mengerti Prosedur Klaim
Penyerahan klaim asuransi dilakukan kepada perwakilan pedagang secara simbolis di kantor BRI Unit Ngawen, Kamis (25/1). Asuransi diserahkan Prayago selaku pimpinan Marketing Representative Office BRINS Pati bersama Pimpinan Branch Office BRINS Semarang Teguh Siswanto dan Pimpinan BRI Cabang Blora Ardi Ahmad Muharam. Ikut mendampingi dalam penyerahan klaim asuransi tersebut, Kepala BRI Unit Ngawen Thipung Haryono, Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Blora Sugeng Raharjo dan Marketing BRINS Pati Dara Puspita.
“Saat kami berduka karena kios kebakaran, BRI membantu kami dengan memberikan asuransi ini,’’ ujar Azizah, salah seorang perwakilan pedagang.
Meski berusaha tegar, namun Azizah tak kuasa menahan haru saat menceritakan peristiwa kebakaran Pasar Ngawen yang terjadi pada Selasa (9/1). Pedagang yang telah berjualan di Pasar Ngawen selama 23 tahun itu mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Sepatu, sandal dan barang dagangannya tak bisa diselamatkan. ‘’Ya paling tidak asuransi dari BRI ini bisa untuk modal berjualan lagi,’’ kata Azizah dengan mata berkaca-kaca.
Merasakan manfaat asuransi yang besar ini, Azizah pun mengaku akan tetap ikut asuransi BRINS serta mengajak pedagang lainya untuk ikut asuransi BRINS. ‘’Manfaatnya nyata. Sudah ada buktinya,’’ tandasnya.
Pimpinan BRINS Pati Prayogo mengemukakan, penyerahan asuransi BRINS kepada pedagang Ngawen yang kiosnya terbakar menjadi bukti nyata manfaat ikut asuransi. ‘’Asuransi BRINS itu preminya murah dan manfaatnya nyata,’’ ujarnya.
Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Blora Sugeng Raharjo menambahkan, jumlah nominal asuransi BRINS yang diserahkan kepada pedagang Ngawen sebesar Rp 420 juta. Jumlah tersebut diberikan kepada 84 orang pedagang peserta asuransi BRINS. “Jumlahnya sebenarnya 77 orang pedagang. Namun ada pedagang yang kepesertaanya lebih dari satu, sehingga menjadi 84 dan itu tetap mendapat asuransi,’’ ungkapnya. Dia menambahkan, untuk menjadi peserta asuransi BRINS, pedagang cukup membayar premi Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha sebesar Rp 40 ribu per tahun serta Asuransi Mikro Rumahku sebesar Rp. 50 ribu pertahun dan berbagai produk asuransi lainnya jiga tersedia di Aplikasi BRINSMobile.
Saat konfirmasi, Budi Legowo selaku Direktur Utama BRI Insurance menyampaikan ikut prihatin kepada nasabah pedangan Pasar Ngawen yang terkena musibah kebakaran. "Saya berharap dengan adanya pembayaran klaim berupa santunan dapat meringankan beban para pedagang pasar untuk melanjutkan (recovery) usahanya kembali" ujar Budi.
Selain itu Budi juga mengatakan bahwa BRINS berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang optimal untuk solusi perlindungan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini dan kedepannya.
Sekedar diketahui, Pasar Ngawen Blora terbakar pada Selasa (9/1). Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, Pemkab Blora memperkirakan total kerugian mencapai Rp 30,69 miliar. Rinciannya kerugian nilai bangunan Rp 15,5 miliar, kerugian 60 pedagang kios Rp 608 juta, kerugian 800 pedagang los Rp 14,29 miliar, kerugian 150 pedagang dasaran Rp 300 juta. Titik kebakaran di Blok A s/d Blok X dan Blok Z. Penyebab kebakaran diduga karena lilin yang lupa dimatikan. (RO/B-4)
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran bersama 36 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur dikerahkan.
AKSES Jalan Kolonel Masturi Lembang Kabupaten Bandung Barat tersendat akibat peristiwa kebakaran tempat usaha tambal ban sekaligus penjual bensin eceran.
Sebanyak 17 mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan kebakaran.
Kebakaran melanda Pasar Rebo Purwakarta dan menghanguskan tiga blok serta sekitar 50 kios. Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.
Petugas Damkar Jakarta Utara padamkan kebakaran bak air PAM Jaya di Pluit akibat pengelasan filter air. Api berhasil dikendalikan dalam 30 menit.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved