Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH pusat batal melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau. Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana akan melakukan TMC untuk mengantisipasi banjir di di Provinsi Riau.
Namun TMC untuk mengurangi intensitas curah hujan itu dibatalkan menyusul perubahan cuaca di Riau dalam beberapa hari ke depan.
"Kita sudah koordinasi dengan BMKG, seminggu ke depan itu diprediksi curah hujan di Riau mulai berkurang. Intensitasnya antara ringan sampai sedang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal, Rabu (24/1).
Baca juga : Banjir Kapuas di Kalimantan Tengah Meluas
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan prediksi cuaca dari BMKG, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BNPB. Hasil koordinasi dengan BNPB diputuskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak disarankan dilakukan TMC. Sebab intensitas curah hujannya sudah mulai berkurang.
"Kita sudah koordinasikan dengan BNPB, itu tidak kita ajukan, sebab kalau tetap dilakukan TMC justru kita khawatir Riau minim curah hujan dan rawan karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Karena ini kan sudah mulai masuk kemarau tahap 1," jelasnya.
Baca juga : PetroChina Jabung Bantu Korban Bencana Banjir di Tanjabtim, Jambi
Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengaku masih menunggu instruksi terkait pelaksanaan operasi TMC untuk antisipasi banjir oleh BNPB. Sejauh ini, BRIN telah dilibatkan dalam supervisi TMC antisipasi banjir di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.
"Sejauh ini belum ada instruksi (TMC di Riau)," kata Koordinator Laboratorium TMC BRIN Budi Harsoyo kepada Media Indonesia.
Ia menerangkan, sampai saat ini belum ada dilakukan TMC untuk antisipasi banjir di daerah lain di Indonesia selain wilayah Jakarta dan Jawa Barat pada beberapa waktu yang lalu.
"Belum ada (daerah lain). Sempat beberapa hari untuk di Jakarta beberapa waktu lalu, tapi dikerjakan oleh swasta. BRIN dan BMKG hanya supervisi," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya akan melakukan TMC di Riau. Pasalnya, banjir masih menggenang pada beberapa wilayah Provinsi Riau dan potensi bahaya banjir susulan masih berpeluang terjadi sepekan ke depan.
Hal tersebut disampaikan Suharyanto pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (19/1). Operasi TMC bertujuan untuk mengurangi dampak yang lebih luas akibat banjir. Menurut prakiraan cuaca, Suharyanto mengatakan, hujan lebat akan berpotensi terjadi pada tiga hari hingga seminggu ke depan di wilayah Riau.
"Prediksi BMKG di Provinsi Riau ini, tiga hari hingga seminggu ke depan masih akan turun hujan yang cukup lebat," kata Suharyanto.
Dengan adanya potensi bahaya banjir yang dipicu faktor cuaca, BNPB telah mendiskusikan dengan instansi terkait untuk melakukan operasi TMC.
"Mudah-mudahan dalam satu-dua hari nanti akan ada TMC," ujar Suharyanto.
Operasi itu akan menyasar pada wilayah-wilayah yang masih terendam. Hal ini dikarenakan kawasan terdampak itu mengakibatkan dampak ekonomi yang besar. Hal tersebut juga akan meminta masukan dari gubernur dan BMKG. Suharyanto menceritakan saat bertemu Bupati Pelalawan, gas di sana harganya meningkat tajam karena pasokan terganggu.
"Kemudian truk-truk dari Sumatra Barat terpaksa harus menunggu berjam-jam sampai air surut," ujar Suharyanto.
Kepala BNPB mengatakan, operasi TMC ini tentu tidak mudah, tidak seperti pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). TMC pada bencana ini bertujuan untuk menurunkan hujan. Sedangkan di musim hujan, ini tentu sebaliknya.
"Sejauh ini BNPB melakukan TMC untuk penanganan potensi bahaya Hidrometeorologi basah di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat," pungkasnya.(Z-5)
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG memprediksi cuaca Jakarta hari ini 20 Januari 2026 akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata. Simak detail suhu dan kelembapannya.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Kebijakan tersebut dirancang agar pertambangan rakyat benar-benar menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tidak dikuasai pemodal besar.
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sebanyak 6.000 penari berkumpul dalam keselarasan gerak yang memukau untuk membawakan Tari Zapin Masal di Pekanbaru, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
TIM SAR gabungan akhirnya dapat menemukan seorang bocah yang menjadi korban tenggelam di Sungai Ngaso, Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved