Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, meluas. Sebelumnya, banjir melanda 25 desa di enam kecamatan. Kini banjir melanda 28 desa.
Banjir yang melanda Kabupaten Kapuas itu akibat luapan air sungai Kapuas. Luapan air sungai dipengaruhi intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu.
Enam kecamatan yang terendam banjir ialah Mantangai, Pasak Talawang, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Dadahup, dan Timpah. Banjir mulai terjadi sepekan terakhir dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 60 cm hingga hampir dua meter.
Baca juga: Banjir Meluas Rendam Puluhan Hektare Tanaman Padi di Hulu Sungai Utara
Korban terdampak banjir di 28 desa sebanyak 6.835 keluarga atau 24.234 jiwa. Banjir juga merendam 4.476 rumah, 49 rumah ibadah, 65 sarana pendidikan, dan 16 sarana kesehatan.
Pemkab Kapuas menetapkan status tanggap darurat bencana banjir guna memaksimalkan upaya penanggulangan. Pemerintah setempat juga sudah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir.
Sebanyak 1 kota dan 5 kabupaten di Kalimantan Tengah kini dilanda banjir. Tiga kabupaten di antaranya telah menetapkan status tanggap darurat banjir.
Baca juga: Banjir tidak Kunjung Surut, 95 Warga Sintang harus Mengungsi
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan perhatian serius terhadap musibah banjir. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan Status Darurat Provinsi sejak 23 Januari hingga 1 Februari 2024.
Gubernur Sugianto Sabran menginstruksikan agar jajaran Pemprov Kalteng mulai dari dinas kesehatan, dinas sosial, termasuk TNI/ Polri serta stakeholders terkait lain, agar segera turun langsung membantu pemerintah kabupaten/kota yang terdampak. Jajaran diminta melakukan intervensi di lapangan dalam bentuk membuka dapur umum, posko kesehatan, mengevakuasi warga, serta menyerahkan bantuan logistik. (Z-2)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved