Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang disertai angin kencang yang mengguyur Kota Padang, Rabu (3/1), malam menyebabkan tanah longsor di RT 03 RW 12 Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung Nan XX. Longsor tersebut menimpa satu unit rumah semi permanen milik warga bernama Nanda Kurniawan dan Darisman.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, longsor terjadi sekitar pukul 20.30 WIB.
Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan material longsoran menimpa bagian dapur dan satu kamar rumah Nanda Kurniawan.
Baca juga: Hujan Lebat, Kanopi di Stasiun Yogyakarta Patah Timpa Mobil
"Kerusakan rumah diperkirakan mencapai 30 persen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujar Hendri Zulviton, Kamis (4/1).
Tim gabungan dari BPBD Kota Padang, Kecamatan Lubuk Begalung, Polsek Lubuk Begalung, Koramil Lubuk Begalung, KSB, Srikandi Kota Padang, KPS Pelangi, dan Insan Kebencanaan telah melakukan assessment.
Ia juga mengimbau kepada pemilik untuk sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga guna mencegah terjadi longsor susulan. Hal ini mengingat kondisi rumah yang berada di area perbukitan.
Baca juga: Kondisi Perubahan Cuaca Harus Jadi Bahan Pertimbangan Pembangunan
"Pembersihan material longsor akan kita lakukan bersama-sama secara manual hari ini. Sebab alat berat tidak bisa ke lokasi," tutur Hendri Zulviton.
Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan bantuan logistik berupa makanan, minuman dan juga terpal. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Camat Lubuk Begalung Kota Padang Anhal Mulya Perkasa menyerahkan bantuan bagi korban longsor di RT 03 RW 02 Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung Padang.
"Untuk meringankan dampak musibah bencana, kita memberikan bantuan kepada korban bencana tanah longsor, seperti sembako dan keperluan lainnya," kata Anhal Mulya.
Anhal mengatakan jumlah korban becanana tanah longsor 2 kartu keluarga (KK) dan sebanyak 9 Jiwa.
"Korban Jiwa meninggal tidak ada," katanya.
Ia menambahkan kerugian menimpa rumah korban bencana longsor sekitar 40%. Untuk sementara waktu korban longsor tersebut diungsikan.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Padang Hendri Zulviton mengatakan, pihaknya akan bergotong royong membersih material longsor di rumah warga tersebut.
"Alat berat terkendala masuk kesini, makanya pembersihan akan dilakukan manual," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terutama saat cuaca ekstrem beberapa hari ke depan.
(Z-9)
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved