Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ERUPSI Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terjadi pada Senin (1/1) pukul 04.00 Wita. Ribuan warga berhamburan ke Kantor Camat dan di Kantor Kb.
Selain di Kantor Camat Wulanggitang, warga dari sejumlah desa juga mengamankan diri ke wilayah perbatasan Flores Timur dan Sikka tepatnya di Desa Hikon berjarak sekira 8 kilo meter dari Desa Boru, Ibu Kota Kecamatan.
Kemudian warga Desa Wailua, arah pantai selatan Wulanggitang memilih mengungsi ke Desa Hewa. Mereka berhamburan kesana beberapa menit pasca erupsi.
Baca juga: Ular Kepala Dua di Desa Dulipali Bikin Geger, Muncul saat Erupsi Gunung Lewotobi
Pantauan di Desa Boru, pengungsi merupakan warga Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawokote dan Desa Dulipali. Mereka membawa keranjang tas berisi pakaian dan surat-surat penting.
"Amankan barang penting dan bekal seadanya," kata An Tobi, warga Nawokote saat ditemui wartawan.
Baca juga: Gunung Lewotobi Kembali Meletus, Lahan Pertanian Terdampak Abu Vulkanik
Ia mengatakan, bunyi gemuruh di atas gunung terdengar seperti runtuhan batu besar. Warga panik lantas mengamankan diri ke posko penanganan bencana di Desa Boru.
"Bunyi setelah jam 12 malam, sudah masuk tanggal 1 Januari 2023. Suaranya macam batu baku tabrak, besar sekali," ujarnya.
An Tobi mengungsi bersama keluarganya sejak pergantian Tahun Baru 2024, atau sekira tujuh jam lalu. Ia sedih dengan situasi alam saat di awal tahun itu.
Sementara Camat Wulanggitang, Fredy Moat Aeng, belum terlihat di posko penanganan pasca ribuan warga berhamburan di halaman kantor hingga pinggir Jalan Trans Pulau Flores Larantuka-Maumere. (Z-3)
BANJIR lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/12). Banjir lahar terjadi akibat hujan deras.
GUNUNG berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (1/8) pukul 20.48 Wita.
Meski hujan tak berlangsung lama, banjir lahar dingin sempat mengagetkan warga.
Bantuan berupa telur ayam, pampers, selimut, handuk, air mineral dan peralatan mandi diberikan kepada 114 balita di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Senin (14/7).
Setelah erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, warga di lima desa di wilayah kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menggalami gangguan infeksi pernafasan atas (ISPA) dan diare
DUA pengendara sepeda motor yang sedang melintas di jalan Trans Larantuka - Maumere mengalami luka ringan usai kendaraan mereka tergelincir di atas permukaan jalan.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved