Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEEKOR anak gajah Sumatra mati akibat terkena jeratan di sekitar Taman Nasional Teso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kematian hewan dilindungi ini meningkat karena maraknya perburuan liar dan kerusakan habitat.
Karyawan perusahaan perkebunan menemukan anak gajah Sumatra itu dalam kondisi memprihatinkan. Kaki kanan depan hewan langka ini terkena jeratan tali nilon. Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau sempat berupaya menyelamatkan anak gajah berbobot 500 kilogram. Namun, hewan mamalia ini tidak tertolong.
Tim medis langsung melakukan nekropsi atau bedah organ untuk mengetahui penyebab kematian gajah. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui anak gajah berumur dua tahun mati karena mengalami infeksi berat di bagian kaki dan kerusakan organ dalam.
Baca juga: Bayi Gajah Sumatra Kembali Lahir di Taman Nasional Way Kambas
"Berdasarkan identifikasi dari tim medis pada kaki gajah sebelah kanan depan ternyata ada lilitan tali nilon yang diduga lilitan kaki nilon itu sudah terpasang, bagaimana terpasangnya masih melakukan penyelidikan," ujar Kepala BBKSDA Riau Genman S Hasibuan.
"Saat ditemukan, anak gajah itu sudah tidak mau bergerak, ketika didekati, mengeluarkan suara keras dan terbaring. Ketika dokter hewan melakukan pengecekan, gajah tersebut sudah mati."
Baca juga: Menyoal Kesehatan Gajah di Kampus Unpad
Diduga, jeratan yang melilit kaki gajah ini sengaja dipasang pemburu liar. Polisi setempat masih menyelidiki kasus kematian hewan dilindungi ini. Kematian gajah Sumatera terjadi setiap tahun di Riau.
Saat ini populasi gajah Sumatra di provinsi ini tersisa hanya 300 ekor. Gajah mati akibat perburuan liar, kerusakan habitat dan perluasan areal perkebunan. (Z-3)
DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum Polda Riau menangani laporan dugaan tindak pidana pengrusakan terhadap Pos Satgas Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
PEMERINTAH terus memperkuat operasi penertiban dan pengamanan kawasan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Provinsi Riau.
WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan semangat pada seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengelola kawasan hutan,
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM) mengeluarkan rekomendasi untuk mendesak negara untuk meninjau ulang imbauan relokasi mandiri warga di TN Tesso Nilo.
Bekas lahan sawit tersebut kemudian dilakukan pemulihan kawasan dengan menanam berbagai jenis tanaman.
Hutan dengan kerapatan kayu di atas 70 persen hanya tersisa sekitar 10 ribu hektare. Sementara yang berkepadatan 40–70 persen hanya 8 ribu hektare.
HARIMAU Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berusia remaja menuju dewasa dilaporkan muncul di sekitar pemukiman penduduk di RT.14/RW.14 Desa Benteng Hulu, Siak, Riau.
Seekor gajah jantan dewasa berusia sekitar 40 tahun ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong di area konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP), Pelalawan, Riau.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Gakkum Kehutanan mengejar dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan Gajah Sumatera yang mati terpenggal di Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved