Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar apel kesiapsiagaan guna menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi berupa banjir, puting beliung, tanah longsor, dan gelombang tinggi (batingsor) di wilayah tersebut. Cuaca buruk terus melanda sejumlah di Kalsel.
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini dipimpin Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Senin (27/11) di Martapura, Kabupaten Banjar dan diikuti ratusan anggota Satgas bencana dari berbagai unsur seperti BPBD, PMI, TNI, Polri serta relawan bencana.
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel menekankan pentingnya peran aktif semua pihak, pemerintah dan masy dalam mengantisipasi bencana. "Bagaimana kita mengurangi resiko dan dampak bencana di lapangan," tuturnya.
Berdasarkan ramalan BMKG puncak musim penghujan akan berlangsung pada Januari 2024 dan awal musim hujan dimulai November ini.
Baca juga:
> KPU Jateng Lakukan Mitigasi Bencana Antisipasi Kerusakan Logistik Pemilu
> BPBD Banjar Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
"Saat ini Kalsel mengalami peralihan musim dan berpotensi terjadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang hingga hujan es. Sehingga perlu dilakukan pemetaan wilayah, evaluasi, antisipasi kesiapan dan pendirian posko siaga bencana," ujarnya.
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini ditandai dengan upacara tapung tawar kendaraan penanganan bencana bantuan BNPB. Pantauan Media, cuaca buruk beruapa hujan deras disertai angin kencang terus melanda sejumlah wilayah Kalsel dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala BPBD Kalsel, R Suria Fadliansyah mengatakan pasca karhutla Kalsel dihadapkan pada ancaman bencana hidrometeorologi.
"Bencana angin kencang terjadi di beberapa wilayah dalam beberapa waktu yang menyebabkan kerusakan permukiman dan berbagai fasilitas umum. Hujan juga menyebabkan debit air sungai terus meninggi," ungkap Suria. (Z-6)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Ravidho Ramadhan menempuh program Doktoral di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu menjadi doktor termuda
BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika bersama PT. Urban Spasial Indonesia mengembangkan pemanfaatan teknologi Light Decection and Ranging (LiDAR) untuk pemetaan kebencanaan.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved