Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemkab Ciamis Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi

Kristiadi
08/11/2025 12:39
Pemkab Ciamis Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi
Tebing di Dusun Cikawung, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, longsor menimpa rumah warga .(MI/Kristiadi-HO/BPBD Ciamis)

PEMERINTAH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga darurat bencana hindrometeorologi banjir, angin kencang, longsor, pergerakan tanah dan pohon tumbang pada pergantian musim hujan. Penetapan tersebut, dilakukan mulai 15 Oktober 2025 hingga 30 April 2026 agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan. Sebelumnya, bencana menerjang wilayah tersebut dan tercatat ada 22 kasus, yakni tanah longsor, banjir, pohon tumbang, rumah roboh, dan pergerakan tanah.

"Kesiapsiagaan harus dilakukan karena berdasarkan prakiran cuaca dari BMKG hujan akan terjadi November 2025 dan April 2026. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem, serta tim gabungan mulai tim reaksi cepat (TRC) TNI, Polri, PUPR, damkar, dinas sosial, dishub dan tagana bergerak menangani bencana," katanya, Sabtu (8/11/2025).

Ani mengatakan, bencana pohon tumbang, tanah longsor, banjir, pergerakan tanah di wilayahnya bagi tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Tagana tetap selalu menghadapi berbagai bencana terjadi hingga tim reaksi cepat (TRC) terus melakukan koordinasi guna penanganan dilakukan di lapangan. 

Sebelumnya, angin kencang yang menerjang di wilayah Kecamatan Sindangkasih merusak 169 unit rumah dan fasilitas umum serta sosial. "Status siaga darurat bencana pada cuaca ekstrem dan hindrometeorologi tersebut guna menekan jatuhnya korban jiwa serta bagi warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. BPBD akan terus melakukan penanganan rumah yang terdampak tanah longsor, dan Dinsos melakukan pendataan tapi tim reaksi cepat (TRC) supaya mereka mengatasi kejadian kemungkinan terjadi," ujarnya.

Menurut dia, musim penghujan di berbagai daerah bagi tim gabungan untuk mempersiapkan berbagai peralatan dan bagi pihak desa/kecamatan supaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan. 

"Cuaca ekstrem harus selalu diwaspadai bersama, karena di Kabupaten Ciamis memang paling sering terjadi longsor dan menjadi ancaman di Panawangan, Sukamantri, Panumbangan, Pamarican. Kami meminta supaya masyarakat selalu waspada meningkatkan kesiapsiagaan, karena hujan deras dapat menyebkan banjir, tanah longsor, banjir bandang dan pohon tumbang," pungkasnya. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya