Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga darurat bencana hindrometeorologi banjir, angin kencang, longsor, pergerakan tanah dan pohon tumbang pada pergantian musim hujan. Penetapan tersebut, dilakukan mulai 15 Oktober 2025 hingga 30 April 2026 agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan. Sebelumnya, bencana menerjang wilayah tersebut dan tercatat ada 22 kasus, yakni tanah longsor, banjir, pohon tumbang, rumah roboh, dan pergerakan tanah.
"Kesiapsiagaan harus dilakukan karena berdasarkan prakiran cuaca dari BMKG hujan akan terjadi November 2025 dan April 2026. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem, serta tim gabungan mulai tim reaksi cepat (TRC) TNI, Polri, PUPR, damkar, dinas sosial, dishub dan tagana bergerak menangani bencana," katanya, Sabtu (8/11/2025).
Ani mengatakan, bencana pohon tumbang, tanah longsor, banjir, pergerakan tanah di wilayahnya bagi tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Tagana tetap selalu menghadapi berbagai bencana terjadi hingga tim reaksi cepat (TRC) terus melakukan koordinasi guna penanganan dilakukan di lapangan.
Sebelumnya, angin kencang yang menerjang di wilayah Kecamatan Sindangkasih merusak 169 unit rumah dan fasilitas umum serta sosial. "Status siaga darurat bencana pada cuaca ekstrem dan hindrometeorologi tersebut guna menekan jatuhnya korban jiwa serta bagi warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. BPBD akan terus melakukan penanganan rumah yang terdampak tanah longsor, dan Dinsos melakukan pendataan tapi tim reaksi cepat (TRC) supaya mereka mengatasi kejadian kemungkinan terjadi," ujarnya.
Menurut dia, musim penghujan di berbagai daerah bagi tim gabungan untuk mempersiapkan berbagai peralatan dan bagi pihak desa/kecamatan supaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kesiapsiagaan.
"Cuaca ekstrem harus selalu diwaspadai bersama, karena di Kabupaten Ciamis memang paling sering terjadi longsor dan menjadi ancaman di Panawangan, Sukamantri, Panumbangan, Pamarican. Kami meminta supaya masyarakat selalu waspada meningkatkan kesiapsiagaan, karena hujan deras dapat menyebkan banjir, tanah longsor, banjir bandang dan pohon tumbang," pungkasnya. (P-2)
Truk boks ekspedisi warna orange datang dari arah Kota Banjar menuju Ciamis. Truk tiba-tiba menabrak jembatan ketika melewati jalan menurun
Pergerakan tanah akan makin meluas karena pergeseran tanah setiap harinya mencapai 1-3 sentimeter.
. Beberapa bencana langsung ditangani oleh petugas BPBD yang melakukan assesmen serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Siswa kelas II, V dan VI itu mengalami gejala mual, muntah dan sakit perut usia mengonsumsi bubur kacang hijau, roti keju, dan puding.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Ravidho Ramadhan menempuh program Doktoral di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu menjadi doktor termuda
BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika bersama PT. Urban Spasial Indonesia mengembangkan pemanfaatan teknologi Light Decection and Ranging (LiDAR) untuk pemetaan kebencanaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved