Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Subang, Jawa Barat (Jabar) memiliki potensi besar di sektor pertanian, kendati demikian, generasi milenialnya enggan terlibat lantaran stigma usang, yang kini tak lagi relevan disematkan.
Teknologi inovasi dan digitalisasi seperti Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) menjadikan pertanian layak menjadi sumber penghidupan dan kegiatan usaha yang menguntungkan bagi generasi milenial Subang.
Fakta dan harapan tersebut dikemukakan Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten (Pemkab] Subang, Hidayat, baru-baru ini saat membuka Expo Produk Pertanian (X-Proper) mewakili Bupati H Rujimat.
Baca juga: Kebut Realisasi Optimalisasi Padi Rawa, Mentan Amran Langsung Koordinasi di Sumsel
Hidayat pada kegiatan X-Proper yang didukung Kementerian Pertanian RI bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project [SIMURP] mengajak generasi milenial Subang, untuk mendukung dan terlibat di sektor pertanian sebagai konsumen dan pelaku.
Upaya tersebut sejalan harapan Presiden Jokowi yang berharap lebih banyak lagi generasi milenial Indonesia memilih profesi menjadi petani maupun peternak, karena sektor yang paling kuat saat ini adalah pertanian.
"Ketika hampir semua sektor tumbuh negatif, pertanian justru tumbuh positif 1,75 persen," kata Presiden Jokowi.
Tingkatkan Produktivitas dan Produksi Pangan
Hal senada dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan Indonesia sehingga menjadi lumbung pangan dunia di 2033.
Baca juga: Mentan Arman Sulaiman Ajak Petani dan Penyuluh Lanjutkan Swasembada Pangan
“Jika kita tidak bergerak cepat melakukan swasembada pangan, bisa saja kita akan mengalami krisis pangan. Untuk itu kita harus berupaya terlepas dari ketergantungan negara lain dalam hal penyediaan pangan,” katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyoroti pencapaian tujuan pembangunan pertanian, mensyaratkan proses pembelajaran tiada pernah berhenti.
"Generasi milenial sebagai cikal bakal petani milenial dan wirausahawan muda pertanian harus beradaptasi melihat peluang dan memenangkan kompetisi melalui teknologi dan inovasi," ujar Dedi Nursyamsi.
Baca juga: Pertanian CSA Sukses, Kementan Koordinasi dengan Pemkab Deli Serdang
Asisten Daerah II Pemkab Subang, Hidayat mengatakan kegiatan Expo Produk Pertanian [X-Proper] membuktikan bahwa sektor pertanian adalah tumpuan masa depan rakyat Indonesia. Sejumlah Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP] dan Kelompok Wanita Tani [KWT] pada 14 kecamatan di Kabupaten Subang menampilkan produk olahan unggulan.
Kegiatan X-Proper di kantor Kepala Desa Tambakdahan merupakan kolaborasi Dinas Pertanian Pemkab Subang bersama stakeholders seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah [PLUT KUMKM], Dinas Kominfo dan pelaku usaha retail Subang.
Kepala Dinas Pertanian Subang, Nenden Setiawati mengapresiasi kegiatan X-Proper mendorong KEP dan KWT berwawasan CSA mengembangkan produk pertanian dari hulu ke hilir.
"Penyuluh yang mendukung pelaksanaan Program SIMURP di Subang telah menumbuhkan dan membina KEP dan KWT melalui bimbingan teknis, pendampingan analisa usaha, hingga memfasilitasi pengadaan alat untuk produksi," katanya.
Tampak hadir Lidia, penyuluh pada Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPDSMP Kementan dan Kevin Firdaus, Ketua Tim Metoda dan Informasi Bidang Penyuluhan pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Jawa Barat mewakili pemerintah pusat dan daerah, untuk mengevaluasi dan dan mendorong peningkatan kualitas dan pemasaran produk.(RO/S-4)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
PROGRAM Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Petani muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved