Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah, melakukan sejumlah langkah persiapan untuk antisipasi tanggap bencana tanah longsor. Diantaranya dengan memasang alat early warning system (EWS) di lebih dari 10 titik rawan tanah bergerak dan tanah longsor.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian (Kalahkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Dudy Wardoyo, saat dihubungi melalui telepon, kemarin, Selasa (14/11).
Selain pemasangan EWS baru, menurut Dudy, ada pula sejumlah EWS lama yang diperbarui dan diganti karena kondisinya sudah rusak atau kurang berfungsi dengan baik.
Baca juga : Longsor dan Angin Kencang Landa Daerah Sekitar Wisata Dieng Wonosobo
"Jumlah keseluruhan EWS yang dipasang ada lebih dari 10 unit di titik lokasi rawan longsor. Ada yang pemasangan baru, ada yang diganti dan diperbaiki karena rusak. Ada pula EWS yang kotaknya dijadikan rumah semut sehingga kurang berfungsi," ungkap Dudy.
Setelah EWS dipasang, katanya, diharapkan dapat segera mengirimkan sinyal lebih cepat jika ada potensi tanah bergerak maupun tanah longsor. Dengan demikian, potensi jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa bencana bisa segera diminimalisir karena adanya upaya antisipasi tanggap bencana.
"Kami juga telah melatih para relawan bencana yang telah dibagi dalam tiga korwil. Tiap korwil beranggotakan relawan dari lima kecamatan. Pelatihan tanggap bencana dan penanganan bencana dilakukan bergiliran, semisal korwil 1 dilatih pekan lalu, korwil 2 pekan ini, dan korwil 3 pekan depan,"katanya.
Baca juga : Rawan Bencana, 28 Lokasi Butuh Perhatian Khusus
Ia menjelaskan, Wonosobo merupakan daerah pegunungan, diapit Pegunungan Dieng, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Prau. Karenanya kondisi tanah di daerah itu amat labil.
Wonosobo terdiir dari 15 kecamatan, dan semuanya amat rawan tanah longsor dan tanah bergerak karena kondisi tanahnya amat labil tersebut.
"Kami juga sudah menyosialisasikannya pada masyarakat melalui tiap kecamatan mengenai bahaya longsor agar mereka lebih waspada,"katanya. (Z-4)
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 57 jenazah korban longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Menurut data PMI Kabupaten Tegal jumlah rumah yang rusak dan terdampak bertambah 448 dan 1.686 jiwa .
Keenam rumah yang retak-retak parah berada di bawah tebing Sungai Kupang, di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Warga menyambut bantuan itu dengan rasa syukur, mengingat kondisi permukiman mereka mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah yang terjadi beberapa hari terakhir.
Desa Bener dan Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah mengalami pergerakan tanah. Totalnya, 75 rumah terdampak.
INTENSITAS hujan tinggi menyebabkan pergerakan tanah yang melanda di Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, meluas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved