Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INTENSITAS hujan tinggi menyebabkan pergerakan tanah yang melanda di Kampung Gunung Gagak, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, meluas. Dilaporkan tidak ada korban jiwa, tapi 31 rumah rusak termasuk dua masjid dan jalan utama menghubungkan Kecamatan Taraju ambles.
Oom, 38, warga Kampung Gunung Gagak mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak beberapa bulan, telah menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan di rumahnya. Terutama di bagian dinding tembok, lantai rumah, jalan dan lingkungan terbelah. Warga merasakan ada pergeseran tanah setiap malam.
"Warga setiap malam merasakan dari atas genteng berbunyi. Kami berharap pemerintah daerah segera merelokasi ke tempat yang lebih aman. Pergeseran tanah membuat warga takut kalau hujan akan terjadi longsor termasuk gempa," katanya, Selasa (24/6).
Sementara itu, Kepala Desa Sukawangi Dudu Rahman mengatakan mendapat laporan adanya 31 unit rumah terdampak pergerakan tanah. Kejadian tersebut, terdeteksi sejak 2022. Ia menyebut pergerakan tanah semakin meluas.
"Kami telah melakukan koordinasi dengan BPBD, Camat, Perkim, Bappeda melakukan verifikasi dan langkah termasuk melakukan pengawasan di lapangan. Hasilnya tercatat ada 31 unit rumah mengalami kerusakan di bagian dinding tembok retak, lantai belah," katanya.
Pergerakan tanah yang terjadi perlu, kata dia, perlu diwaspadai karena berpotensi mengakibatkan longsor saat banjir. Puluhan warga terdampak, ujar dia, masih bertahan di rumah mereka. Menurutnya relokasi langkah penting agar tidak ada korban jiwa. (H-4)
Pergerakan tanah di wilayah itu berdampak terhadap 10 kepala keluarga. Saat ini, mayoritas penyintas mengungsi di rumah kerabat, bahkan ada yang menyewa atau mengontrak rumah.
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Bangunan rumah yang dulu jadi tempat, berlindung, kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing.
Pergerakan tanah dipicu aliran air sungai yang mengikis tebing. Ditambah kondisi tanah yang memang labil
Badan Geologi membuat Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah untuk memberikan panduan kepada masyarakat dan pemerintah daerah lokasi yang berpotensi rawan pergerakan tanah di Jabar.
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Desa Lawen, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah selama tiga hari berturut-turut memicu terjadinya pergerakan tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved