Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi kembali terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (9/11) malam. Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang berlangsung hampir 1 jam, mengakibatkan terjadi berbagai bencana di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun meminta masyarakat waspada. Sebab, di tengah kondisi peralihan musim atau pancaroba, potensi bencana hidrometeorologi cenderung meningkat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menyebutkan secara resmi pihaknya tidak menerima laporan dari setiap wilayah yang terdampak cuaca ekstrem. Namun di lapangan memang diakuinya terjadi berbagai kejadian bencana akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir.
"Laporan secara resmi tidak ada, tapi personel BPBD langsung ke lapangan. Berdasarkan laporan ada empat titik yang kami tangani pada malam Jumat. Di Rancagoong, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Ciwalen, dan satu di Legok di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang," kata Asep kepada Media Indonesia usai menghadiri upacara Hari Pahlawan di lapang komplek Pemkab Cianjur, Jumat (10/11).
Baca juga:
> Bupati Kuningan Minta Warga Waspada Bencana
> Ketua DPRD Tapanuli Utara Tinjau Pengaspalan Daerah Rawan Longsor
Asep menuturkan kondisi cuaca ekstrem saat ini kecenderungannya berpotensi terjadi kerawanan banjir luapan, puting beliung, pohon tumbang, termasuk tanah longsor. Asep pun meminta masyarakat bisa berperan aktif melaporkan seandainya menemukan kondisi pepohonan yang sudah lapuk.
"Kemudian sampah. Ini yang harus kita waspadai. Banjir genangan biasanya terjadi karena tersumbatnya aliran air akibat sampah. Kami tentu meminta kerja sama dari masyarakat, kalau memang di lingkungannya terdapat sampah pada aliran sungai atau selokan, bisa dibantu membersihkannya," jelas mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) itu.
Pun bagi masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan atau lereng-lereng, diimbau selalu waspada. Pascakemarau panjang, biasanya kontur tanah akan menjadi lebih gembur jika diguyur air hujan terus menerus.
"Kalau daerah pergunungan memang cukup rawan terjadi tanah longsor. Sedangkan daerah rawan banjir luapan atau genangan di antaranya di wilayah Cianjur kota, Ciranjang, Bojongpicung, Sukanagara, Sindangbarang, dan lainnya," pungkas Asep. (Z-6)
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
Intensitas hujan tinggi yang terjadi di berbagai daerah harus diwaspadai bersama dan masyarakat tetap selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga kewaspadaan.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau warga di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga 12 Agustus 2025.
Ravidho Ramadhan menempuh program Doktoral di Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu menjadi doktor termuda
BRIN melalui Pusat Riset Geoinformatika bersama PT. Urban Spasial Indonesia mengembangkan pemanfaatan teknologi Light Decection and Ranging (LiDAR) untuk pemetaan kebencanaan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Upaya mensterilkan lahan eks TPA Pasirsembung akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Rute kereta api wisata Jaka Lalana diharapkan bisa memperkuat potensi penerimaan pendapatan daerah karena Cianjur akan menjadi destinasi para wisatawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved