Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 403 titik panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terdeteksi di Pulau Sumatra. Jumlah titik panas terbanyak masih didominasi Sumatra Selatan sebanyak 241 titik.
"Jumlah titik panas di Sumatra sebanyak 403 titik. Jumlah terbanyak masih di wilayah Sumatra Selatan sebanyak 241 titik," kata forecaster on duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Anggun, Jumat (3/11).
Ia menjelaskan, selain Sumatra Selatan dengan 241 titik, sejumlah titik panas juga terdeteksi di wilayah Lampung sebanyak 86 titik, Bangka Belitung 64 titik, Jambi 6 titik, Sumatra Barat 4 titik, dan Riau sebanyak 2 titik panas. Sehingga total jumlah titik panas di wilayah Sumatra mencapai 403 titik.
Baca juga : 378 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Sumatra
"Untuk sebanyak 2 titik panas di Riau terpantau berada di Indragiri Hilir," ujarnya.
Sementara Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Chaerul Parsaulian Ginting mengatakan hujan yang telah mengguyur wilayah Riau membuat kondisi karhutla aman dan kondusif. Namun tim Manggala Agni tetap selalu bersiaga dan melakukan patroli untuk pencegahan karhutla.
Baca juga : Walhi Ungkap 14 Perusahaan Terkait Karhutla di Kalimantan Selatan
"Kondisi Karhutla di Pekanbaru kondusif," pungkasnya. (Z-5)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Wahyu menyebut luas area terbakar pada Juli 2025 mencapai 99.099 hektare, hampir dua kali lipat dibanding 53.973 hektare pada Juli 2023
Plt Kepala BPBD Provinsi Babel. Ari Primajaya mengatakan berdasarkan pantauan satelit terdeteksi ada 135 titik.
RATUSAN titik panas atau hotspot terpantau satelit bertebaran di sejumlah Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
TITIK panas atau hotspot sebagai indikator kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra masih terus meningkat. Dari pantauan terakhir satelit terdeteksi sebanyak 230 titik panas.
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Karhutla kembali melanda kawasan hutan lindung Bukit Suligi di Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved