Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TITIK panas atau Hotspot yang di duga adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthutla) terpantau satelit berada di sejumlah Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Rabu (2/7).
Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel). Ari Primajaya mengatakan, berdasarkan Informasi BMKG Pangkalpinang ada 18 Titik panas.
"Pantauan satelit ada 18 Titik panas tersebar di Empat Kabupaten,"Kata Ari.
Ke-empat Kabupaten tersebut menurutnya di Bangka 7 Titik, Bangka Barat 6 Titik, Bangka Selatan 2 Titik dan Bangka Tengah 3 Titik.
"Paling banyak titik panas di Bangka 7 Titik dengan tingkat akurasi 7 dan 8,"ujarnya.
Kendati tingkat akurasi 7 dan 8, Namun belum bisa di pastikan apakah itu karhutla atau bukan."Tim kita harus turun untuk pengecekan, kalau memang karthula langsung tindakan pemadaman,"ungkapnya.
Di musim kemarun ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka kebun dengan cara membakar hutan dan lahan.
"Kemari itu angin kencang, sehingga kalau bakar lahan dan hutan untuk buka kebun sangat berbahaya," ucapnya. (H-2)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved