Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau, mencatat, pada Jumat (6/10), ada 1.441 titik panas yang masih terpantau di Wilayah Sumatra. Angka tersebut tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun, mengungkapkan titik panas terbanyak berada di Sumatra Selatan. Jumlahnya mencapai 998 titik. Kemudian, diikuti Lampung 189 titik, Bangka Belitung 105 titik, Jambi 74 titik, Sumatra Barat 48 titik, Bengkulu lima titik, dan Sumatera Utara dua titik.
"Untuk Provinsi Riau terpantau ada 20 titik panas tersebar di lima kabupaten. Di Kabupaten Indragiri Hulu tujuh, Bengkalis lima, Pelalawan tiga, Inderagiri Hilir tiga, dan Kuantan Singingi dua," ujar Anggun.
Khusus di Pekanbaru, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi.
Sebelumnya pada Kamis, (5/10), hujan juga sudah turun di sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edy Afrizal menyebut itu merupakan hujan alami.
Ia berharap hujan akan terus datang untuk membantu menghilangkan kabut asap di Pekanbaru dan sekitarnya. (Ant/Z-11)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
MEMASUKI pekan terakhir bulan Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana hingga Selasa (26/8) pukul 07.00 WIB.
Kebakaran melanda Arthur’s Seat, bukit ikonik di Edinburgh, Skotlandia. Api cepat menjalar di Holyrood Park, memaksa evakuasi warga dan wisatawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved