Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anggota Polres Cimahi bernama Bripda Ilham Khaerul Mutaqin mengalami luka sabetan senjata tajam saat meringkus komplotan pelaku begal di wilayah Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat, pada Selasa (26/9) subuh.
Awalnya, Tim Patroli Presisi Sabhara Polres Cimahi menerima laporan dua orang mencurigakan yang membawa senjata tajam. Ilham serta anggota Sabhara lainnya lalu bergerak ke lokasi dan menghampiri terduga pelaku, tim memerintahkan mereka turun dari motornya.
Namun mereka tak menggubris, malah tancap gas melarikan diri ke arah Margaasih, Kabupaten Bandung. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran akhirnya pelaku terkepung, tapi ketika akan diamankan, pelaku melakukan perlawanan dengan senjata tajam yang dibawa dua begal tersebut.
Baca juga : Polres Badung Tembak Pelaku Begal di Destinasi Wisata Bali
Posisi Bribda Ilham yang paling dekat dengan salah satu pelaku disabet golok hingga terluka pada jari tangannya. Dengan jumlah anggota tim yang cukup banyak, akhirnya keduanya berhasil diringkus petugas.
"Ketika kami mengamankan pelaku, tiba-tiba ia memberontak dengan mengeluarkan golok terus ditangkis. Awalnya emang enggak terasa sakit," kata Bribda Ilham, Rabu (27/9).
Baca juga : Polisi Tangkap Dua Begal yang Beraksi di Kebayoran Baru
Beruntung luka yang dialami anggota Sabhara yang baru 2 tahun bertugas di kepolisian itu tidak begitu parah sehingga bisa langsung diobati, sementara kedua pelaku digelandang ke Mapolsek Margaasih untuk diperiksa lebih lanjut.
Meski pernah mendapat pengalaman pahit bagaimana mengejar seorang penjahat, ia mengaku, kejadian itu menjadi pelajaran berharga bagi seorang anggota polisi dalam menumpas kejahatan.
"Bangga karena kami bisa bantu menjaga keamanan di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.
Berkat dedikasinya memberantas komplotan begal yang meresahkan masyarakat, Bribda Ilham dan sembilan anggota Sabhara lainnya diganjar penghargaan yang langsung diberikan Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono.
"Saya memberikan penghargaan kepada anggota Sabhara yang telah melaksanakan tugas dengan baik yaitu mereka merespon cepat atas pengaduan masyarakat melalui 'Lapor Pak Kapolres' yang mengadukan adanya aksi begal," terang Aldi.
Ia berharap, masyarakat bisa memanfaatkan call center 110 atau aplikasi Whatsapp Lapor Pak Kapolres untuk melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan demi tercipta keamanan dan ketertiban.
"Masyarakat harus berani melaporkan apabila ada dugaan gangguan kamtibmas, serta kami berterimakasih juga pada masyarakat yang sudah mengontrol tugas-tugas Polres Cimahi dan kritis sebagai motivasi kami untuk berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," jelasnya. (Z-4)
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar konvoi kendaraan demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan pada malam pergantian tahun.
Pemprov Jawa Barat menetapkan upah minimum kota (UMK) Cimahi tahun 2026 naik sebesar Rp226.875 atau 5,87 persen dari Rp3.863.692 menjadi Rp4.090.567,99.
Untuk upah minimum sektoral (UMS) melenceng dari yang direkomendasikan
Para pedagang justru mengeluhkan penurunan omzet akibat sepinya pembeli.
Pelajar terinspirasi dari konten media sosial yang memperlihatkan aksi heroik personel Damkar dalam membantu urusan sipil
Demonstrasi militer dan parade serta pameran alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Juang TNI AD.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Hampir Rp3 triliun ruang fiskal APBD 2026 tergerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved