Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI berhasil mengamankan dua pelaku begal yang tengah melakukan aksi di Jalan Bumi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/7) dini hari lalu.
Dua pelaku yang bernama Ramadhan Agustian dan Herbi Riyadi Anwar itu ditangkap saat mencoba melarikan diri dari kejaran warga.
"Saat para tersangka kabur, ada warga yang berteriak sambil mengejar dengan sepeda motor," kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Tribuana Roseno di jakarta, Jumat (7/7).
Baca juga: Mayat Pria Diduga Begal Ditemukan di Jalan layang Koja
Saat berusaha kabur, sepeda motor yang dikendarai dua pembegal itu tiba-tiba mogok. Mereka pun meninggalkan motor dan berlari ke arah perumahan.
"Herbi dan Ramadhan kemudian bersembunyi di kolong mobil yang terparkir tetapi ketahuan. keduanya berdua berhasil ditangkap warga dan polisi. Mereka sempat digebuki ramai-ramai oleh warga namun dapat langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi," terangnya.
Baca juga: Polisi Ringkus Kakak Adik Sindikat Curanmor di Kalideres Jakarta Barat
Herbi dan Ramadhan kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Kekerasan.
Sedianya, dalam menjalankan aksi begal, Herbi dan Ramadhan ditemani satu orang lagi yaitu Ade Febriadi. Namun, ia bisa lolos saat pengejaran dan sampai saat ini masih dalam proses pencarian. (Z-11)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved