Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak usia 5 tahun atas nama Kadek Miko yang sempat dikabarkan hilang saat bermain di seputaran rumahnya, Kamis (21/9) di Banjar Dinas Tenganan, Desa Tenganan, Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, akhirnya berhasil ditemukan, Jumat (22/9).
Oleh Tim SAR, korban Miko ditemukan di sungai dekat rumahnya pada pukul 08.31 Wita, masih dalam kondisi sadar namun terlihat lemas dan pucat di kubangan air posisi jongkok. Selanjutnya ia dibawa dengan motor oleh pihak keluarga menuju Puskesmas terdekat.
Kronologis kejadiannya seperti yang sebelumnya diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), langsung dari orang tua korban, bahwa sebelum dinyatakan hilang, korban bermain di dekat rumahnya, Kamis (21/9). Namun sampai malam anak tersebut belum Kembali ke rumahnya, hingga orang tuanya melaporkan ke Basarnas.
Baca juga : Bule Pemukul Polisi di Bali Hanya Divonis Satu Bulan Kurungan
"Kami menerima laporan kemarin malam (Kamis.22/9) pada pukul 22.00 Wita, dan malam itu kami langsung menuju rumah target, koordinasi dan sempat melakukan pencarian sampai pukul 12 malam," terang I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Namun dalam keadaan jarak pandang yang terbatas, maka operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan kembali Jumat (22/9) pagi yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita.
"Tim kita bagi menjadi 3. Tim 1 turun menyusur sungai, tim 2 ke arah utara dan tim 3 ke arah selatan, di atas sepanjang sungai," ungkapnya.
Baca juga : Polisi: Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas ke Bandara Ngurah Rai Bali Berlaku 22 September
Tak lama berselang ada laporan dari Bhabinkamtibmas yang mengatakan
bahwa ditemukan sebuah ponsel di Banjar Sangan. "Di seputaran penemuan ponsel tersebut ada sungai, kita menurunkan lagi tim di seputaran tersebut," imbuh Ngurah Eka.
Akhirnya Tim yang melakukan pencarian di sungai menemukan kadek Miko pada pukul 08.31 Wita, masih dalam kondisi sadar namun terlihat lemas dan pucat di kubangan air posisi jongkok, dan selanjutnya ia dibawa dengan motor oleh pihak keluarga menuju Puskesmas terdekat.
Selama operasi SAR, juga terlibat di antaranya Basarnas Bali, BPBD Karangasem, Bhabinkantibmas Tenganan, Babinsa Tenganan, Camat Desa Manggis, K9 Polda Bali, SAR Dog, Polsek Manggis, keluarga korban dan masyarakat setempat. (Z-5)
Operasi evakuasi dimulai pada Jumat pagi pukul 06.30 WIB. Tim SAR Gabungan menerjunkan total 3 SRU (Search and Rescue Unit) yang bergerak naik melalui jalur Candi Cetho.
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Selanjutnya pada pukul 17.50 WIB Tim SAR gabungan kembali menemukan korban yang teridentifikasi bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia
Tiga orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Penumpang dan awak pesawat Smart Air rute Nabire-Kaimana dipastikan selamat setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di kawasan pantai dekat Bandara Nabire.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Mengalihkan kebiasaan anak dari ketergantungan gawai ke aktivitas yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang bersifat mengarahkan dan menginspirasi, bukan sekadar pelarangan.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 20,1% anak Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved