Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK El Nino yang mengancam kekeringan pada lahan pertanian Indonesia, diantisipasi oleh Teknologi Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture (CSA) yang mengusung teknik irigasi efektif dan efisien, sehingga produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) terjaga. Bahkan meningkat lebih 1,2 ton GKP di lahan Demplot Scalling Up CSA pada 24 kabupaten di 10 provinsi.
Keandalan CSA yang diusung Kementerian Pertanian RI bersama Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) mengatasi dampak El Nino dikemukakan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya, pada Temu Lapang Petani atau Farmers Field Day (FFD), di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (30/8).
Upaya dan komitmen Kementan mendukung produktivitas pertanian daerah diakui oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Astuti didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Purworejo, Hadi Sadsila yang menghadiri FFD pada Demplot Scalling Up CSA di Desa Tegalrejo, Kecamatan Banyuurip, Purworejo bersama Kapusluh Bustanul Arifin Caya.
baca juga: CSA Kementan Bimbing Petani Pinrang Bikin Pestisida Nabati dari Bawang
Upaya Kementan bersama SIMURP dan pemerintah daerah sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa teknologi CSA berdampak positif bagi pembangunan pertanian, untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan serta pendapatan petani.
"SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana mengantisipasi iklim dan menangani penyakit tanaman, juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya.
Mentan Syahrul memastikan kehidupan di pedesaan menjadi baik dan kuat apabila petani dan penyuluh memanfaatkan dan mengadopsi teknologi inovasi dari hasil penelitian CSA.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyoroti dampak CSA, selain meningkatkan produktivitas, juga mampu menekan emisi gas rumah kaca.
"Kehadiran SIMURP, diharapkan mendorong petani penerima manfaat SIMURP meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien tanpa bergantung pada kondisi iklim," katanya.
Dedi Nursyamsi mengingatkan, teknologi CSA tidak hanya menyasar teknis budidaya tanaman pangan, SIMURP diharapkan mampu mengembangkan kemampuan manajerial penyuluh dan pengelola Balai Penyuluhan Pertanian.
Dari sejumlah laporan yang diterima, Kapusluh BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya mengakui kegiatan CSA mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian, lebih dari 1,2 ton GKP telah dihasilkan dan terjadi peningkatan.
"Hal ini menunjukkan, teknologi CSA mampu mendukung peningkatan produksi. Kesuksesan ini, kami harapkan juga diteruskan pada para petani lain. Tidak hanya di Kecamatan Banyuurip melainkan semua kecamatan, sehingga resonansi CSA bisa dirasakan seluruhnya di Kabupaten Purworejo hingga ke seluruh tanah air,” harap Bustanul.
Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti mengakui pemerintah pusat dan daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya melalui SIMURP yakni modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting.
"Kegiatan FFD merupakan wadah bersama untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknik terbaik bagi pertanian. Mari kita tetap semangat dan komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Mengadopsi teknologi baru serta menjaga kelestarian lingkungan demi generasi masa depan," ujarnya.
Sementara Kepala DKPP Pemkab Purworejo, Hadi Sadsila menyoroti pelaksanaan Program SIMURP sejak 2020 yang dinilainya telah berjalan baik, karena manfaatnya dirasakan langsung bagi petani dan masyarakat perdesaan.
“Hari ini kami coba melihat realiasi hasil SIMURP. Ini penting untuk disebarluaskan, karena kita membutuhkan sosialisasi dan bukti agar program ini terus dikembangkan di Purworejo. Harapannya ke depan sinergi pusat dengan daerah dapat terus berjalan,” tutur Hadi. (N-1)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana pola hujan ekstrem mempercepat pelepasan karbon tanah ke atmosfer dan bagaimana biochar menjadi kunci ketahanan tanah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved