Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN melanda 22 daerah di Jawa Tengah kian parah, terutama di Kabupaten Blora dan Grobogan. Kekeringan itu telah mengakibatkan lebih dari 600 ribu jiwa di 187 desa tersebar di 30 kecamatan terdampak, hampir dua juta liter air bersih disalurkan bagi warga.
Di Kabupaten Blora sebanyak 125 desa, di 14 kecamatan, sebanyak 424.831 jiwa warga alami kesulitan air bersih, hingga sebagian mencari ke wilayah lebih jauh. "Kita setiap hari salurkan hingga 12 tangki untuk mengatasi kesulitan warga," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Widjanarsih.
Secara keseluruhan jumlah bantuan air bersih telah disalurkan, lanjut Widjanarsih, telah mencapai 715 liter (143 tangki). Bahkan diperkirakan jumlah ini terus meningkat dengan bertambahnya luas wilayah terlanda kekeringan dan jumlah warga alami kekurangan air bersih. Pasalnya sumber mata air ada di desa seperti sumur, sungai maupun kolam telah mengering.
Baca juga: El Nino, Hasil Produksi Bawang Merah Petani Di Aceh Anjlok
Bantuan air bersih terus diberikan, ungkap Widjanarsih, tapi jumlah tersebut dirasakan kurang, sehingga sebagian mencari sumber mata air cukup jauh di wilayah lain. Selain itu sejumlah warga memutuskan membeli secara patungan Rp150.000 per tangki.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengatakan jumlah desa terlanda kekeringan dan krisis air bersih di daerah sebelah barat Blora ini telah mencapai 62 desa tersebar di 16 kecamatan, sehingga bantuan air bersih terus disalurkan kepada warga untuk mengurangi kesulitan air bersih.
Baca juga: Pemkot Cimahi Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan
"Bantuan air bersih sebanyak 924.000 liter telah kita saluran ke 48 desa, setiap hari rata-rata dapat menjangkau empat desa," kata Endang Sulistyoningsih.
Meski begitu, Edang mengaku masih banyak warga alami kesulitan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan warga mendapatkan air bersih dengan cara membeli, bahkan membuat sumur di dasar sungai yang telah mengering.
Jumlah warga terlanda kekeringan terus bertambah dari sebelumnya 48 desa menjadi 62 desa, menurut Endang Sulistyoningsih, hal ini karena kemarau masih cukup panjang sehingga diharapkan akan terus berdatangan bantuan dari pihak lain. "Kita khawatir kekeringan ini seperti terjadi 2019 lalu yang melanda hingga 18 dari 19 kecamatan yang ada di Grobogan," tambahnya. (Z-3)
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Kebakaran kembali terjadi tempat penampungan minyak mentah hasil pengeboran ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
BPBD Blora juga telah menurunkan petugas untuk terus memantau kondisi di dua kecamatan tersebut, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang.
Polisi akan mengundang tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mengklarifikasi secara terbuka bahwa RF tidak terbukti bersalah.
Lima santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi seluruhnya ditemukan meninggal.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Delapan satriwati hanyut pada Kamis (11/12) pagi di Sungai Lusi, Blora, Jawa Tengah. Tiga selamat, satu ditemukan meninggal, dan empat masih hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved