Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SUKARELAWAN Gus-Gus Nusantara (GGN) menyelanggarakan seminar mengenai bahaya narkoba yang bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’ di Warung Mbah Cokro, Surabaya, Jawa Timur.
Koordinator Wilayah (Korwil) GGN Jatim, Nadhrunna’im Abdillah mengatakan kegiatan seminar ini sengaja diselenggarakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada anak muda agar dapat memerangi narkoba.
“Kita harus memerangi narkoba dari fundamental atau basis,” kata Nadhrunna’im.
Baca juga : Promosikan Gaya Hidup Sehat, Sukarelawan ini Gelar Zumba Hingga Color Party di Sidoarjo
Seminar mengenai Perang Bahaya Narkoba yang bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’ diisi oleh narasumber kompeten yaitu Zaidan Bin Madi selaku Duta Anti Narkoba BNNP Jawa Timur dan Pakar Hukum Tata Negara Umar Faruq.
Pria yang akrab disapa Naim itu berharap, pasca-seminar tersebut para anak muda khususnya di Surabaya mendapatkan pesan ataupun pengetahuan baru tentang bahaya narkoba.
Baca juga : Berdayakan Wanita Milenial, Sukarelawan Ini Gelar Pelatihan Mengukir Kayu di Jepara
"Kami bisa memberikan sebuah pengetahuan di mana bahaya narkoba, sangat berbahaya untuk kaum muda dan kemudian memberikan pengetahuan atau sosialisasi untuk anak muda itu, bahwa ada kegiatan yang bisa untuk mencegah bahaya narkoba,” kata Naim.
Seminar Perang Bahaya Narkoba bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’ yang diselenggarakan oleh GGN mendapatkan respons positif dari anak muda di Surabaya. Hal ini dikarenakan didukung oleh dua narasumber kompeten dibidangnya.
“Respons dari peserta sendiri, alhamdulillah sangat antusias,” ucap Naim.
Sementara itu, salah satu peserta Ghofur (22) mengapresiasi kepada GGN yang sudah menggelar seminar ini karena berlangsung sangat menarik.
“Sangat menarik ya, sangat berguna juga bagi mahasiswa kemudian bagi anak-anak muda jaman sekarang. Semoga ada event-event selanjutnya,” kata Ghofur.
Dia berujar pasca mengikuti seminar Perang Bahaya Narkoba bertajuk ‘Bisakah Pendekatan Rehabilitasi Dibanding Pidana Penjara’, yang diselenggarakan oleh GGN, banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai bahaya narkoba.
“Yang kami dapat dari diskusi ini kita mengetahui mengenai bahaya narkoba dan mengenai pencegahannya,” tutur Ghofur. (Z-5)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
RSUI terus berkomitmen menghadirkan layanan kanker yang komprehensif serta mengembangkan pelayanan kanker untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Seminar internasional ini membahas bagaimana negara perlu memperkuat kapasitas tata kelola publik di tengah lanskap global yang semakin kompleks.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk melindungi eksistensi dan martabat Masyarakat Adat Dayak sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan.
AI harus dilihat sebagai peluang besar untuk menciptakan solusi kreatif dalam berbagai bidang, terutama pendidikan.
Kompetensi digital harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan nilai profesional.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan total berat 9,4 kilogram di wilayah Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Militer AS melakukan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba di Pasifik Timur. Operasi "Southern Spear" kini menuai kecaman terkait legalitas hukum.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved