Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) berkolaborasi dengan Deakin Lancaster University Indonesia (DLI), dan School of Public Affairs, Zhejiang University (ZJU) yang merupakan universitas ranking QS WUR 46 dunia, menggelar seminar internasional yang bertajuk “Revitalising the Spirit of Bandung towards a More Inclusive and Equitable Global Governance” diselenggarakan di kampus DLI, Bandung.
Seminar internasional yang mempertemukan para pemimpin akademik dan pemerintah ini menegaskan komitmen global dalam memperkuat kolaborasi pendidikan, riset kebijakan publik, dan pengembangan solusi tata kelola untuk menghadapi tantangan global masa kini—mulai dari perubahan iklim, instabilitas politik, hingga teknologi disruptif.
Acara dibuka dengan sambutan dari pimpinan akademik lintas negara, termasuk dari Dekan FIA UI, Zhejiang University, University of Indonesia, dan Deakin Lancaster University Indonesia, serta dihadiri oleh Her Excellency Professor the Honourable Margaret Gardner AC, Governor of Victoria, Australia.
Melalui sambutannya, Dekan FIA UI, Prof. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. menyampaikan refleksi penting mengenai makna kolaborasi internasional dalam membangun tata kelola publik di masa depan.
“Kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran akademik, tetapi tentang berbagi nilai, membangun saling percaya, dan menghadirkan pengetahuan untuk menjawab tantangan dunia. FIA UI siap menjadi jembatan strategis yang menghubungkan universitas dan pemerintah lintas negara untuk mewujudkan tata kelola publik yang lebih inklusif dan berkeadilan," tegasnya.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Gubernur Victoria yang menekankan peran penting Universitas Indonesia dalam membangun ekosistem kolaborasi internasional di bidang pendidikan serta pengembangan kebijakan publik.
“Universitas Indonesia dapat menjadi mitra strategis dalam menjembatani kolaborasi akademik antara DLI dan Pemerintah Victoria. Kemitraan ini menjadi pintu pembuka menuju riset yang lebih berdampak, kebijakan publik berbasis bukti, dan ekosistem pendidikan tinggi yang saling memperkuat,” ujar Gubernur Victoria.
Pernyataan ini memperkuat posisi UI dalam lanskap kolaborasi akademik internasional, terutama dalam upaya membangun jejaring keilmuan lintas negara untuk mendukung penguatan tata kelola global berbasis nilai kesetaraan, persahabatan internasional, dan pembangunan inklusif.
Seminar internasional ini membahas bagaimana negara perlu memperkuat kapasitas tata kelola publik di tengah lanskap global yang semakin kompleks. Para pembicara menyoroti bahwa berbagai tantangan dunia—seperti disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, hingga instabilitas politik dan krisis energi—menuntut negara untuk membangun institusi publik yang lebih responsif, adaptif, dan berbasis pada prinsip evidence-based policy.
Penekanan diberikan pada pentingnya kebijakan yang dirumuskan tidak hanya melalui pendekatan teknokratis, tetapi berlandaskan riset ilmiah serta data akurat agar mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam diskusi juga ditegaskan bahwa universitas memegang peran vital dalam ekosistem kebijakan publik kontemporer. Perguruan tinggi dipandang sebagai penghasil pengetahuan, analisis kebijakan, evaluasi program, dan talenta birokrasi sehingga menjadi mitra strategis pemerintah dalam merancang solusi bagi tantangan global.
Para pembicara menekankan bahwa kolaborasi antarnegara, antaruniversitas, dan antar-pemerintah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk memastikan tata kelola publik yang inklusif, berkeadilan, serta mampu menjawab tuntutan masa depan. (H-2)
Inovasi strategis ini bertujuan mengedukasi remaja se-Kota Depok sebagai agent of change untuk memutus rantai stunting dari hulu.
Penandatanganan ini merupakan upaya mendukung UI menjadi universitas  unggul dan berdampak secara global.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Hampir Rp3 triliun ruang fiskal APBD 2026 tergerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved