Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
RSE,13, remaja pelaku pembakaran gedung SMP Negeri 2 Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah akan menjalani pemeriksaan psikologi. Hal itu karena pelaku masih di bawah umur.
Yang bersangkutan masih tercatat sebagai pelajar kelas 7 sekolah tersebut. Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi menilai, yang dilakukan RSE tidak wajar. Karenanya akan dilakukan pemeriksaan psikologis terhadap RSE,13.
"Apa yang dilakukan remaja ini di luar batas kewajaran. Terutama mengingat pelaku ini masih tergolong anak-anak, namun telah memiliki pemikiran untuk membakar sekolahnya,"kata Kapolres, Minggu (2/6).
Baca juga : Sejumlah Rumah Warga Klaten Rusak Akibat Gempa 6,4 SR di Bantul
Sebelumnya diberitakan, RSE nekat membakar gedung sekolahnya lantaran sakit hati sering dibully di sekolah oleh guru dan teman-temannya. Ia juga pernah dikeroyok oleh lima orang yang terdiri dari teman satu kelas dan kakak kelasnya.
Pelaku juga kurang dihargai oleh guru sekolahnya. Saat melaporkan pengeroyokan, namun tanggapan guru dirasa kurang memuaskan. Alasan lain, karena hasil prakaryanya tidak dihargai, bahkan tugas sekolahnya pernah disobek-sobek oleh seorang guru.
Baca juga : MUI Jabar Rekomendasikan Penutupan Ponpes Al-Zaytun
"Kami berkoordinasi dengan Biro Psikologi Polda Jawa Tengah untuk mendalami status kejiwaan yang bersangkutan. Kalau dilihat dari latar belakang keluarganya orang baik. Ini murni dari rasa sakit hati yang berlebihan akibat dibully dan tidak dihargai," katanya.
Dalam video CCTV terlihat seorang bocah masuk ke lingkungan sekolah smp negeri 2 pringsurat, temanggung memakai jaket hitam dan tas ransel. Sesaat kemudian bocah tersebut mengeluarkan botol dan menyulutnya menggunakan korek api.
Ledakan sempat membuat api menyebar, sejurus kemudian bocah itu membuang kobaran api ke bangunan sekolah lain. Beberapa ruangan sekolah terbakar diantaranya ruang prakarya yang berada di bagian belakang sekolah dan sebagian ruang kelas 9-C dan 9-B. Tampak puing-puing bekas kebakaran masih terlihat dan kelas pada bagian atap rusak parah.
Di lingkungan sekolah juga terdapat beberapa titik bekas terbakar, pelaku diduga berkeliling lingkungan sekolah untuk melakukan aksinya. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 3 dinihari dengan bantuan warga dan pemadam kebakaran.
Kapolres temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi mata, pihaknya mengamankan pelaku inisial R salah satu siswa sekolah tersebut yang diduga melakukan pembakaran dan mendalami motifnya. (MGN/Z-4)
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyesalkan maraknya tawuran sarung selama Ramadan dan meminta penanganan ramah anak melalui disiplin positif.
Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Ivie Rupaeda, menyampaikan keprihatinannya atas aksi pembakaran dan penjarahan gedung dewan yang dilakukan masa pengunjung rasa, Sabtu (30
Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau menyebutkan banyak insiden terkait peluncuran kembang api, termasuk bentrokan dengan polisi dan petugas pemadam kebakaran.
Bila makanan yang dibakar hanya sampai bewarna cokelat, biasanya tidak menimbulkan senyawa kimia yang bersifat karsinogenik.
Aksi global untuk melestarikan lapisan ozon dipicu penemuan lubang pada lapisan ozon di Benua Antartika pada awal 1980-an.
Tiga tersangka bersama lebih 15 saksi serta peran pengganti dihadirkan dalam reka ulang adegan rekonstruksi peristiwa pembakaran yang menewaskan Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya.
Polda Sumut telah menetapkan tiga tersangka pembakaran rumah yang menewaskan wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu. Mereka adalah RAS, YT, dan B.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved