Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG dari 24 jam, polisi berhasil menangkap 10 anggota gangster yang mengeroyok seorang pemuda hingga tewas di kawasan Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin lalu (22/5).
"Tidak sampai sehari kasus ini terungkap, ada sepuluh pelaku sebagian besar masih bawah umur, berstatus pelajar yang kami amankan," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Rabu (24/5).
Selain itu polisi juga menyita sejumlah barang bukti senjata tajam. Di antaranya empat clurit, satu bilah pedang, satu bilah golok, satu kepala stik golf dan sepotong kayu.
Baca juga : Berangkat Sekolah, Pelajar Tewas Tabrakan dengan Pelajar Lain
Kusumo menambahkan, pihaknya masih mengejar para pelaku lainnya yang kabur ataupun kelompok lain yang terlibat. Sebab anggota gangster saat peristiwa itu, dari keterangan saksi serta rekaman CCTV, diperkirakan mencapai puluhan orang.
Kusumo menjelaskan, kejadian tersebut bermula dari adanya tantangan tawuran dua kelompok pemuda. Mereka yang sebagian besar masih pelajar tersebut saling menantang di media sosial. Hingga akhirnya kelompok pelaku mengajak dua kelompok lainnya untuk memburu kelompok korban di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga : Imigrasi Surabaya Berangkatkan Kloter Pertama Calon Jamaah Haji
"Bertemulah mereka di sebuah tanah kosong di wilayah Sepande, Candi. Kawan-kawan dari kelompok korban berhasil melarikan diri saat diserbu tiga kelompok pelaku yang diperkirakan jumlahnya puluhan. Kemudian ada satu MDA pelajar 18 tahun yang kena keroyok oleh para pelaku. Setelah dihajar termasuk menggunakan sajam, korban pun tak berdaya lalu dibawa ke rumah sakit hingga meninggal dunia," kata Kombes Kusumo Wahyu Bintoro.
Terhadap para pelaku yang berhasil diamankan, dikenakan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun sesuai pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP.
Penyidik Satresrim Polresta Sidoarjo juga terus melakukan pendalaman terkait dengan dugaan adanya pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan mengakibatkan meninggalnya korban tersebut.
Kapolresta Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam penggunaan media sosial. Termasuk peran orang tua dan sekolah agar turut serta mengawasi buah hatinya.
"Kami imbau untuk mari bijak bermedia sosial, jangan mudah terhasut maupun terprovokasi ajakan teman serta mari awasi buah hati kita jangan sampai keluar rumah terlalu larut malam," ujarnya. (Z-5)
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi menetapkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial NY sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan.
Adapun, Bahar diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan/atau pengeroyokan dan/atau penganiayaan.
BAHAR bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026 sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan oleh Polres Metro Tangerang Kota.
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026. Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan
Motif di balik aksi kekerasan tersebut dipicu oleh sengketa pengelolaan parkir.
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa tindakan pengeroyokan tersebut dipicu oleh solidaritas sempit antarsesama anggota.
Masyarakat diimbau untuk turut serta melaporkan dugaan adanya pelanggaran hukum di lingkungan mereka.
Dipastikan setiap laporan atau aduan yang diterima akan langsung direspons dan petugas meluncur dalam waktu singkat
Terhadap Said Didu sebagai terlapor dalam kasus dugaan penyebaran berita hoaks atau penyebaran informasi yang sifatnya menghasut dan menimbulkan kebencian itu statusnya masih sebagai saksi.
Tersangka yang berprofesi sebagai wiraswasta ini merupakan orang suruhan dari seseorang berinisial NE yang saat ini dalam pengejaran.
Kapolda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri. Hal itu salah satu cara agar tak menjadi korban TPPO.
Penyidik Polresta Pangkalpinang sudah mengirimkan surah perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved