Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN berbagi menjadikan hidup lebih bermakna. Salah satu kegiatan yang memberi makna untuk masyarakat dengan membagikan santunan kepada kaum dhuafa.
Pernyataan tersebut disampaikan bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI Hj.Endah Rahmawati, S.E dari PDI Perjuangan.
Untuk mewujudkan hal tersebut relawan 'Sahabat Mbak Endah' (SME) dengan membagikan santunan kepada kaum dhuafa pada Jumat (21/4).
Baca juga: DPP PPP Fasilitasi Bacaleg DPR RI Penuhi Persyaratan Lewat Tes Kesehatan
Dengan metode door to door oleh ratusan relawan ke rumah warga yang membutuhkan, pembagian santunan ini di harapkan akan lebih tepat sasaran.
“Bantuan ini untuk mereka fakir miskin atau dhuafa agar dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari, utamanya menjelang Idul Fitri,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Relawan 'Sahabat Mbak Endah', Dani Kristianto, dalam keterangan. Minggu (23/4).
Menurut Dani, Hj. Endah Rahmawati, S.E, yang merupakan putri asli Demak, merupakan kader PDIP yang akan maju sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPR Daerah Pemilihana (Dapil) Jateng 2 yakni Demak, Kudus, dan Jepara.
Baca juga: Bacaleg Bogor Selatan Ini Siap Bantu Tingkatkan Perekonomian UMKM
Selama ini, Mbak Endah menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Pangan dan Pertanian DPD BMI Provinsi Jawa Tengah.
“Sebagai warga asli Demak, Mbak Endah meminta do'a restu kepada seluruh warga Kota Wali untuk mengikuti konstelasi politik pada pemilu legislatif (Pileg) 2024,” ungkapnya.
Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Demak
Langkah tersebut didasari keinginannya untuk membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Demak di tingkat pusat, baik aspirasi masyarakat petani, buruh, nelayan, pedagang, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, teknokrat, birokrat, ulama, dan kaum perempuan.
Baca juga: Bakal Caleg DPR Herviano Galang Dukungan dengan Kegiatan Bakti Sosial
Menurutnya, jika Kabupaten Demak memiliki wakil rakyat di DPR RI, maka akan mempermudah upaya memperjuangkan aspirasi daerah.
Selain membagikan beras kepada dhuafa, para relawan 'Sahabat Mbak Endah' juga mengadakan buka bersama anak yatim piatu sekaligus memberikan santunan yang berlangsung di Posko Gotong-Royong 'Sahabat Mbak Endah' di Jalan Sultan Fatah Demak pada Kamis (20/4) lalu. (RO/S-4)
Hambatan utama pengesahan RUU ini selama ini adalah kekhawatiran akan tumpang tindih dengan undang-undang sektoral lainnya.
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
anggota dpr Nyoman Parta, berharap masyarakat Bali mulai menjauhkan diri dari praktik rasisme yang kerap diarahkan kepada warga pendatang.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan Permenkum 49/2025 diterbitkan untuk memperkuat kepastian hukum, transparansi BO, serta tata kelola perseroan melalui SABH.
Proyek tersebut tidak hanya didukung secara administratif, tetapi juga diawasi ketat untuk memastikan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan warga lokal tetap menjadi prioritas utama.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan kolaborasi multisektor merupakan fondasi utama bagi penguatan ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.
Pemprov DKI disarankan agar menyiapkan alternatif hunian bagi warga yang akan direlokasi, misalnya melalui penyediaan rumah susun (rusun) atau bantuan pembelian lahan baru.
Melalui kegiatan ini KAI mengajak seluruh pengguna kereta api di Sumatera Utara untuk lebih peduli dalam mencegah tindak pelecehan seksual.
Acara yang seharusnya terbuka untuk masyarakat umum justru hanya dihadiri sekitar 100 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved