Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Minim Sosialisasi, DPRD DKI: Normalisasi Kali Krukut Perlu Ditunda

Mohamad Farhan Zhuhri
12/11/2025 18:16
Minim Sosialisasi, DPRD DKI: Normalisasi Kali Krukut Perlu Ditunda
Petugas mengeruk lumpur di Kali Krukut, Jakarta, beberapa waktu lalu .(Antara-HO)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berencana menormalisasi Kali Krukut di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kali Krukut merupakan satu di antara saluran utama di wilayah Jakarta Selatan yang berperan mengalirkan air hujan dari kawasan tengah kota ke hilir.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani meminta agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan terlebih dahulu serta melakukan sosialisasi kepada warga-warga yang berada di pinggiran Kali Krukut.  

"Kemarin saya hadir dalam reses di RW 11, kemudian ada juga RW 05 Kelurahan Pela mampang, yang kebetulan mereka tinggal di pinggir kali kerukut itu. Dengan ungkapan Pak Gubernur, mereka resah dan gelisah," ucap Achmad saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/11)

"Kenapa ada rencana untuk melakukan normalisasi Kali Krukut (Sedangkan) kami (warga) belum dilakukan sosialisasi. Itu ungkapan mereka," sambungnya. 

Menurut Yani, para warga meminta Pemprov Jakarta untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum dilakukannya normalisasi. "Kemudian kami sampaikan juga Pak Gubernur, bahwa pesan-pesan mereka adalah, tolong lakukan sosialisasi diinformasikan kepada warga masyarakat," ujar Politikus PKS itu. 

Lebih lanjut, warga meminta adanya ganti untung, bukan sekadar ganti rugi, jika lahan atau rumah mereka terkena pembebasan tanah. "Dan andaikan mereka nanti terkena tanahnya, rumahnya, pembebasan tanah, karena keperluan normalisasi kali kerukut yang panjangnya 1,3 km itu, mereka meminta agar bisa mendapatkan ganti untung, bukan ganti rugi," ungkap dia. 

Ia mengingatkan agar Pemprov DKI menyiapkan alternatif hunian bagi warga yang akan direlokasi, misalnya melalui penyediaan rumah susun (rusun) atau bantuan pembelian lahan baru.

"Dan ini tolong menjadi perhatian juga oleh Pak Gubernur, agar warga masyarakat yang memang terkena dampak dari pembebasan tanah kali kerukut, sehingga mereka nanti bisa membeli di tempat lain, atau juga ada yang memang dipersiapkan rusun untuk mereka," kata dia.

"Sekali lagi terima kasih, yang mudah-mudahan apa yang menjadi keinginan, keputusan Pak Gubernur ini bisa berjalan, dan masyarakat juga bisa tenang," sambung dia menandasi.

Sebelumnya, Pramono Anung meninjau Kali Krukut di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/11). Kali Krukut merupakan salah satu saluran utama di wilayah Jakarta Selatan yang memiliki fungsi penting dalam mengalirkan air hujan dari kawasan tengah kota menuju hilir. 

Pramono mengatakan, di beberapa titik terutama di sekitar Kelurahan Petogogan, kondisi aliran Kali Krukut mengalami penyempitan, sehingga menimbulkan banjir di kawasan Jakarta Selatan, terutama di wilayah Kemang dan sekitarnya.

“Karena saya tinggal tidak jauh dari sini, saya tahu betul bagaimana dampaknya. Dan hari ini saya melihat langsung salah satu titik penyebab utama banjir, karena aliran sungainya sudah tidak normal,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, Pramono menyebut, banyak bangunan yang berdiri di atas badan sungai, sehingga menghambat aliran air ketika curah hujan tinggi. Oleh karena itu, DKI akan melakukan normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer.

"Sepanjang 1,3 kilometer akan kita normalisasi. Kalau tidak dilakukan, apapun upaya, seperti pengerukan dan penggalian, tidak akan cukup. Dampaknya, bila di sini banjir, kawasan Kemang Village, Kem Chicks, dan sekitarnya pasti ikut terdampak, karena airnya tidak bisa turun dan mengalir,” ungkap Pramono. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik