Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah, hingga saat ini sudah menggelontorkan 60.494 ton beras murah yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
Kepala Perum Bulog Divre Sulteng, David Susanto mengatakan, puluhan ribu ton beras murah itu dijual melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) khusus beras di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) dan Pasar Tradisional Masomba (PTM) Palu. "Jumlah yang sudah terjual itu akumulasi dari SPHP yang bulog gelar bernama pihak terkait sejak awal Januari 2023 hingga saat ini," terangnya, Selasa (7/2).
Menurut David, SPHP terus digencarkan sebagai upaya Bulog untuk merespons cepat penaikan harga beras yang terjadi di pasaran. "Berdasarkan pantauan dari dinas terkait bahwa harga beras di pasar masih diatas HET mulai dari Rp11.000 hingga Rp12.000 per liter. Sementara HET pemerintah hanya Rp9.450 per liter," ungkapnya.
David menyebutkan, karena ada gejolak itulah kemudian Bulog bersama dinas terkait turun ke lapangan secara mobile dalam menstabilkan harga beras dan menggelontorkan beras medium di pasar - pasar dengan harga jual jauh lebih rendah dari HET. "Per liter dijual di bawah HET yakni Rp9.000 dan setiap warga bisa medapatkan jatah lima liter per orang," ujarnya.
David menambahkan, SPHP akan terus digelar hingga harga beras stabil dan masyarakat bisa membeli beras dengan harga lebih terjangkau. "Program SPHP merupakan penugasan Badan Pangan Nasional kepada Perum Bulog. Oleh karena itu, Bulog harus rutin menggelar," tandasnya. (OL-15)
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved