Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN upaya penculikan anak nyaris dialami Fitri Andriani Nurfadilah, 29, orangtua murid SD Inpres Boru di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/2).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wulanggitang Iptu Antonius Ile Lebuan, laporan dugaan penculikan anak itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.
"Ada laporan tadi sore. Masih diduga karena pelakunya juga kita belum tahu," katanya saat dihubungi wartawan via sambungan telepon, Rabu (1/2) pukul 20.15 Wita.
Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Kupang Ralat Surat Soal Penculikan Anak
Berdasarkan pengakuan Andriani, putrinya yang berusia 7 tahun ditawari pria misterius untuk menghantarnya selepas jam sekolah dengan dalih disuruh orangtuanya.
Tidak percaya dengan tawaran pelaku, siswi kelas VII itu menanyakan nama lengkap ayah dan ibunya. Lantaran tidak bisa menjawab, bocah cerdas itu langsung pergi dan memberitahu keluarganya.
"Itu anak sempat dipanggil. Dia juga tanya, saya punya bapa dan mama nama siapa? Orang itu tidak jawab," katanya sesuai keterangan pelapor.
Dengan maraknya informasi tentang penculikan anak, Kapolsek Wulanggitang sudah menginstruksikan anggotanya untuk memperketat penjagaan di sekolah-sekolah.
"Setiap hari kita patroli pas jam anak-anak pulang sekolah," katanya.
Sebagai informasi, aksi teror itu viral di media sosial Facebook dan Whatsapp. Meski menimbulkan banyak pro-kontra, masyarakat diharapkan waspada lantaran tengah beredar informasi yang menyebutkan banyak pelaku diduga berburu organ tubuh manusia. (OL-1)
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
FBI merilis rekaman CCTV sosok bersenjata di rumah Nancy Guthrie. Pakar hukum menyebut cara pelaku membawa senjata dan menutupi kamera menunjukkan pola yang aneh.
Kabar duka menyelimuti pembawa acara TODAY, Savannah Guthrie. Sang ibu, Nancy Guthrie, 84, hilang dari rumahnya di Arizona dengan kondisi TKP yang mencurigakan.
Kasus hilangnya Nancy Guthrie, 84, di Arizona semakin pelik. Penyelidik temukan jejak darah dan pesan tebusan di tengah kondisi kesehatan korban yang kritis.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
Alvaro dinyatakan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025. Kakek korban Tugimin, 71, menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved