Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Bermaksud Culik Mafia, Geng Kriminal Ini Malah Bawa Kabur Kakek Tak Berdosa hingga Tewas

Akmal Fauzi
24/2/2026 21:49
Bermaksud Culik Mafia, Geng Kriminal Ini Malah Bawa Kabur Kakek Tak Berdosa hingga Tewas
Chris Baghsarian, kakek berusia 85 tahun yang jadi korban penculikan(NSW Police/BBC)

POLISI Australia menemukan jenazah yang diyakini sebagai Chris Baghsarian, kakek berusia 85 tahun yang diculik dari rumahnya dua minggu lalu. Kakek itu diduga menjadi korban salah sasaran penculikan

Penculikan di Keheningan Fajar

Drama tragis ini bermula pada 13 Februari lalu di North Ryde. Rekaman CCTV memperlihatkan sekelompok pria bermasker menyerbu rumah Baghsarian sesaat sebelum matahari terbit. Chris, seorang duda yang dikenal lembut, dipaksa masuk ke dalam sebuah SUV gelap saat masih mengenakan piyamanya.

Pihak kepolisian Sydney segera menyatakan keyakinan penuh bahwa kelompok penculik tersebut salah sasaran. Target asli diduga merupakan anggota keluarga kriminal terorganisir yang jauh lebih muda.

"Kami semua sangat marah karena hal ini bisa terjadi pada orang yang tidak bersalah," ujar Plt. Superintenden Detektif Andrew Marks pada Selasa (24/2). "Saya berbicara tidak hanya mewakili polisi tetapi juga masyarakat umum, kami geram... (atas) kecerobohan orang-orang ini."

Mimpi Buruk Keluarga dan Tebusan Setengah Triliun

Keluarga Chris Baghsarian menggambarkan peristiwa ini sebagai "mimpi buruk". Bagi mereka, Chris adalah sosok yang bahkan tidak akan menyakiti seekor lalat pun.

"Chris adalah ayah, saudara, paman, dan kakek yang setia. Dia sangat dicintai, lembut, dan orang paling baik yang kami kenal, seseorang yang tidak akan pernah menyakiti seekor lalat pun," tulis pihak keluarga dalam pernyataan resmi. "Kami berjuang untuk memahami fakta bahwa dia telah diambil dan bahwa keluarga kami terjebak dalam sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kami."

Di tengah pencarian, video mengerikan beredar di kalangan geng kriminal Sydney, menunjukkan Chris dalam kondisi luka parah. Sebuah pesan tebusan senilai AUD 50 juta (sekitar Rp592  miliar) pun muncul, namun ditujukan kepada mantan tetangga Chris, bukan keluarganya sendiri. Ini memperkuat bukti bahwa penculik telah melakukan kesalahan yang fatal.

Terungkap Lewat Mobil Terbakar

Titik terang muncul ketika polisi menemukan dua mobil curian yang hangus terbakar di pinggiran Sydney. Di dalamnya terdapat karpet bernoda darah yang identik dengan DNA Chris. Jejak tersebut membawa tim detektif ke sebuah properti kosong di Dural, sebelum akhirnya menemukan jenazah manusia di area semak dekat sebuah lapangan golf di Pitt Town pada Selasa pagi.

Tren Berbahaya 'Subkontrak' Kejahatan

Kasus Chris Baghsarian menambah panjang daftar korban salah sasaran di Sydney. Para pakar menyebutkan bahwa jaringan kriminal besar kini sering menggunakan "subkontraktor" atau pihak ketiga untuk melakukan penculikan dan pembunuhan. Akibatnya, para pelaksana lapangan yang tidak profesional sering kali salah mengenali target mereka.

Kini, kepolisian fokus melakukan autopsi dan memburu para pelaku yang dianggap telah bertindak sangat ceroboh hingga merenggut nyawa warga sipil tak berdosa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya