Selasa 17 Januari 2023, 19:33 WIB

Majelis Hakim Tegur Saksi Kasus Suap Rektor Unila untuk Bicara Benar

mediaindonesia.com | Nusantara
Majelis Hakim Tegur Saksi Kasus Suap Rektor Unila untuk Bicara Benar

ANTARA/Ardiansyah
Terdakwa kasus suap Universitas Lampung Karomani dalam persidangan di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandarlampung, Lampung.

 

MAJELIS hakim yang memimpin sidang pembuktian pada kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2022 Universitas Lampung (Unila) menegur saksi Asep Sukohar agar dapat berbicara yang benar.
 
"Kami ingatkan kepada saudara agar berbicara yang benar dalam persidangan ini," kata Ketua Majelis Hakim Lingga Setiawan dalam persidangan kasus suap PMB Unila, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (17/1).
 
Ia menegaskan bahwa saksi bisa terkena pidana apabila memberikan keterangan berbeda atau tidak benar dalam persidangan, karena telah
disumpah.
 
"Saudara ini sudah disumpah. Kami ingatkan saudara bisa kena pidana, sehingga saksi bicara yang benar," kata dia.
 
Majelis hakim berbicara seperti itu didasari karena saksi Asep Sukohar berbeda keterangan saat ditanyai oleh JPU KPK, dari apa yang ada di berita acara pemeriksaan (BAP).
 
"Saudara tidak menjawab seperti itu, BAP poin 10 yang bersangkutan (Karomani) itu menyetujui dengan syarat memberikan sumbangan ke Yayasan LNC (Lampung Nahdliyin Center). Jawaban saudara di persidangan, nanti kita lihat skor nilai, ini kan berbeda jauh," kata dia.


Baca juga: Dinsos Cianjur belum Miliki Data Terkini Angka Kemiskinan

 
Tiga Wakil Rektor Unila menjadi saksi terhadap tiga terdakwa kasus suap PMB Unila 2022.
 
Tiga wakil rektor yang menjadi saksi yakni Warek II Unila Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof Asep Sukohar, Warek III Bidang
Kemahasiswaan dan Alumni Prof Yulianto, dan Warek IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila Prof Suharso.
 
Terdakwa Rektor Unila nonaktif Prof Karomani menjalani sidang bersama terdakwa lainnya yakni Heryandi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila dan M Basri selaku Ketua Senat Unila.
 
Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yang terdiri atas tiga orang selaku penerima suap, yakni Prof Dr Karomani (Rektor Unila nonaktif), Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri.

Sementara itu, untuk tersangka pemberi suap adalah pihak swasta yakni Andi Desfiandi yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan masih dalam proses menjalani sidang. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rahmad

Belitung Targetkan Ekspor 100 Ton Ikan Kerapu ke Hong Kong

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:55 WIB
"Target kita masih tetap 100-120 ton tahun ini. Kerapu hidup tujuan negara ekspor juga masih sama yakni Hong...
Dok. Pribadi

Uskup Baru Jayapura Serukan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:33 WIB
Paus Fransiskus mengangkat Uskup Yan sebagai Uskup Jayapura menggantikan Uskup Leo Laba Ladjar sekaligus menempatkan Uskup Yanuarius...
DOK MI

Kapolres Tegaskan Berita Penculikan Balita Dan Siswa Di Jember Hoaks

👤Widhoroso 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:06 WIB
KAPOLRES Jember AKB Hery Purnomo menegaskan tidak ada kasus penculikan anak-anak balita dan siswa seperti yang ramai di sejumlah media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya