Jumat 13 Januari 2023, 21:10 WIB

Warga Sumsel Diminta Waspada Hujan Es Dan Angin Kencang

Dwi Apriani | Nusantara
Warga Sumsel Diminta Waspada Hujan Es Dan Angin Kencang

ANTARA
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem di puncak musim penghujan saat ini. Apalagi bencana angin kencang, banjir, longsor dan fenomena hujan es yang terjadi belum lama ini di Sumsel.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Ansori mengatakan pihaknya terus mengimbau warga untuk mewaspadai adanya bencana sebagai dampak dari fenomena hujan es disertai angin kencang yang sudah mulai terjadi saat ini.

"Hujan es disertai angin kencang itu terjadi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan telah terjadi beberapa waktu lalu. Hujan yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut merusak atap 17 rumah dan satu kebun jagung milik warga Kabupaten OKU Selatan," kata dia, Jumat (13/1).

Adapun rumah yang rusak itu masing-masing berada di Desa Padang Sari sebanyak dua unit dan 15 unit beserta satu kebun jagung di Desa Padang Bindu, OKU Selatan. "Tidak ada korban jiwa. Hanya kerusakan ringan yang dirasakan setidaknya 17 kepala keluarga di desa itu," kata dia.

Ia menyebutkan, fenomena ini berpotensi dapat terus terjadi seiring musim hujan yang diprakirakan BMKG berlangsung sepanjang triwulan pertama 2023. Adapun hujan es disertai angin kencang itu kemungkinan terjadi di wilayah dataran tinggi seperti OKU, OKU Selatan, Lahat, Pagaralam, dan Lubuk Linggau.

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stamet SMB II Palembang Veronica Sinta menjelaskan fenomena hujan es terjadi disebabkan adanya awan cumulonimbus (CB) yang sangat besar dan padat. Pada awan tersebut terdapat tiga macam partikel yakni butir air, butir air super dingin, dan partikel es.

Dalam kondisi tertentu akibat proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat atau dikenal dengan istilah Strong Updraft and Downdraft di dalam awan Cb. partikel es dapat turun ke permukaan tanah disertai angin kencang (puting beliung) dan hujan.

"Akan dapat terjadi di daerah dataran tinggi. Jadi perlu diwaspadai pada saat hujan es itu angin kencang pada saat kejadian hujan es,� pungkasnya. (OL-15)

 

Baca Juga

kendalkab.go.id

Kendal Jadi Episentrum Ekonomi Baru di Jawa Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 07:20 WIB
Kawasan Industri Kendal, sampai dengan periode Januari 2023, telah menembus angka US$2,55 miliar dan menyerap 25.000 tenaga...
MI/Palce Amalo

BI: Ekonomi NTT Tetap Kuat Hadapi Lonjakan Inflasi Tekanan Global

👤Palce Amalo 🕔Rabu 08 Februari 2023, 06:25 WIB
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan kinerja ekonomi daerah itu masih menunjukkan ketahanan yang cukup...
MI/Adi Kristiadi

Mardiono Sowan ke Pimpinan Ponpes Sukahideng: Optimis PPP Jaya Lagi

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 08 Februari 2023, 06:10 WIB
Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono mendapat arahan dari Pimpinan Ponpes Sukahideng, Tasikmalaya untuk terus mendekatkan diri kepada para kiai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya