Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJADI hujan es di Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/7). Warga pun heboh karena fenomena ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan mereka nekat keluar rumah untuk melihat langsung hujan es yang menimpa genting rumah.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (27/7) hujan cukup deras mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah menjelang sore. Namun di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, warga dihebohkan dengan fenomena langka yakni berupa hujan es yang menjadi tontonan menarik, bahkan warga meraup kristal-kristal putih bening yang menimpa genting rumah.
Fenomena hujan es di Boja, Kabupaten Kendal, ini juga terpantau dalam citra satelit cuaca Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani Semarang terdapat warna merah saat hujan cukup deras berlangsung.
"Baru kali ini adabhujan es di daerah ini," kata Atmo, 50, warga Kendal.
Hal serupa juga diungkapkan Hartono, 60, warga Boja lainnya, bahkan warga sangat terkejut ketika hujan turun jelang sore, karena suara hujan menimpa genting terutama rumah beratap seng terdengar keras seperti dilempari dengan batu dan saat keluar melihat butiran es yang menumpuk di sejumlah tempat.
"Saya sampai penasaran, setelah saya ambil dengan tangan ternyata butiran es seukuran batu kerikil kecil-kecil dan secara perlahan mencair kembali menjadi air," ujar Hartono.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang Giyarto mengatakan, terjadi hujan cukup lebat di sejumlah daerah di Jawa Tengah jelang sore ini, namun khusus di Kecamatan Boja dan sekitarnya muncul fenomena hujan es seperti butiran kristal warna putih bening dan mencari setelah beberapa saat jatuh ke bumi.
"Dari citra satelit cuaca tampak di layar monitor, khusus di kawasan Kendal bagian selatan (Boja) terdapat warna merah yang tergambar menunjukkan adanya hujan es," ungkap Giyanto.
Menurut Giyanto hujan es batu diperkirakan akibat aktifnya gelombang atmosfer Rossby di wilayah Pulau Jawa yang membuat suhu permukaan air laut di Laut Jawa menjadi hangat dan berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah dan secara awam dikarenakan pengaruh gelombang atmosfer, SST/suhu muka laut dan kelembapan lapisan bawah tinggi.
Gelombang atmosfer juga berpengaruh, lanjut Giyanto, hal ini membuat hujan dengan beragam intensitas, terutama jika daerah di sekitarnya kering, maka berpotensi menimbulkan hujan es batu.
"Jika itu lebat dengan sekelilingnya kering ataupun enggak hujan maka berpotensi hujan es," tambahnya.
Selain itu tingkat kelembapan udara di berbagai ketinggian saat ini cenderung basah, demikian Giyanto, kondisi labilitas udara yang cenderung labil di wilayah Jawa Tengah, berpotensi hujan es batu bisa meluas ke wilayah lain jika kondisi atmosfer belum mengalami perubahan karena saat ini cuaca di wilayah Jawa Tengah diprakirakan masih belum menentu. (AS/E-4)
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan curah hujan pada Maret 2026 dan musim arus mudik Lebaran 2026 masih tergolong tinggi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Kondisi cuaca di Jawa Tengah masih diguyur hujan ringan-sedang secara merata pada Senin (2/3), bahkan cuaca ekstrem meningkat di 25 daerah.
KONDISI cuaca di sejumlah lokasi di Bali masih belum normal. Selain masih diliputi mendung dan hujan ringan juga berhembus angin cukup kencang hingga menumbangkan pohon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved