Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJADI hujan es di Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/7). Warga pun heboh karena fenomena ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Bahkan mereka nekat keluar rumah untuk melihat langsung hujan es yang menimpa genting rumah.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (27/7) hujan cukup deras mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah menjelang sore. Namun di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, warga dihebohkan dengan fenomena langka yakni berupa hujan es yang menjadi tontonan menarik, bahkan warga meraup kristal-kristal putih bening yang menimpa genting rumah.
Fenomena hujan es di Boja, Kabupaten Kendal, ini juga terpantau dalam citra satelit cuaca Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani Semarang terdapat warna merah saat hujan cukup deras berlangsung.
"Baru kali ini adabhujan es di daerah ini," kata Atmo, 50, warga Kendal.
Hal serupa juga diungkapkan Hartono, 60, warga Boja lainnya, bahkan warga sangat terkejut ketika hujan turun jelang sore, karena suara hujan menimpa genting terutama rumah beratap seng terdengar keras seperti dilempari dengan batu dan saat keluar melihat butiran es yang menumpuk di sejumlah tempat.
"Saya sampai penasaran, setelah saya ambil dengan tangan ternyata butiran es seukuran batu kerikil kecil-kecil dan secara perlahan mencair kembali menjadi air," ujar Hartono.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang Giyarto mengatakan, terjadi hujan cukup lebat di sejumlah daerah di Jawa Tengah jelang sore ini, namun khusus di Kecamatan Boja dan sekitarnya muncul fenomena hujan es seperti butiran kristal warna putih bening dan mencari setelah beberapa saat jatuh ke bumi.
"Dari citra satelit cuaca tampak di layar monitor, khusus di kawasan Kendal bagian selatan (Boja) terdapat warna merah yang tergambar menunjukkan adanya hujan es," ungkap Giyanto.
Menurut Giyanto hujan es batu diperkirakan akibat aktifnya gelombang atmosfer Rossby di wilayah Pulau Jawa yang membuat suhu permukaan air laut di Laut Jawa menjadi hangat dan berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Tengah dan secara awam dikarenakan pengaruh gelombang atmosfer, SST/suhu muka laut dan kelembapan lapisan bawah tinggi.
Gelombang atmosfer juga berpengaruh, lanjut Giyanto, hal ini membuat hujan dengan beragam intensitas, terutama jika daerah di sekitarnya kering, maka berpotensi menimbulkan hujan es batu.
"Jika itu lebat dengan sekelilingnya kering ataupun enggak hujan maka berpotensi hujan es," tambahnya.
Selain itu tingkat kelembapan udara di berbagai ketinggian saat ini cenderung basah, demikian Giyanto, kondisi labilitas udara yang cenderung labil di wilayah Jawa Tengah, berpotensi hujan es batu bisa meluas ke wilayah lain jika kondisi atmosfer belum mengalami perubahan karena saat ini cuaca di wilayah Jawa Tengah diprakirakan masih belum menentu. (AS/E-4)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved