Rabu 04 Januari 2023, 18:54 WIB

Belasan Ribu Hektare Sawah Di Pantura Jateng Terancam Puso

Akhmad Safuan | Nusantara
Belasan Ribu Hektare Sawah Di Pantura Jateng Terancam Puso

ANTARA
Sawah terendam banjir (ilustrasi).

 

BELASAN ribu hektare (ha) sawah di pantura Jawa Tengah (Jateng) terendam banjir yang terjadi sejak akhir tahun. Akibatnya, ancaman gagal panen (puso) kini dihadapi para petani.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (4/1) banjir melanda beberapa daerah pantura Jateng seperti Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, Batang dan Pekalongan sejak akhir tahun 2022 hingga kini masih merendam. Bahkan dikhawatirkan masih cukup lama karena cuaca ekstrem masih terjadi.

Belasan ribu hektare sawah di daerah pantura Jateng dengan tanaman padi berusia kurang dari satu bulan, terendam banjir dengan ketinggian
30 cm-1,5 meter. Sehingga dikhawatirkan akan mengalami gagal panen karena sebagian tanaman mati atau hanyut.

"Di daerah ini saja 2.597 hektare lahan pertanian terendam banjir, kerugian cukup besar jika  per hektare Rp10 juta," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Pandu Rapriat Rogojati.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Nikentri Meiningrum mengatakan banjir pada awal 2023 ini, berdasarkan data dihimpun dari 58 desa di sembilan kecamatan tercatat 2.674 hektare sawah yang terendam. Pihaknya mendata ada 2.674 hektare sawah yang terendam banjir. 

Bahkan dari lahan yang terkena banjir, lanjut Nikentri Meiningrum, sebanyak 653 hektare tanaman padi dipastikan gagal panen, karena dari sisi umur tanaman padi terendam beberapa hari akan mati dan tidak bisa berkembang lagi. "Sebagian juga karena hanyut atau rusak," tambahnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Muhammad Agus Nugroho Luhur Pambudi mengungkapkan akibat bencana banjir yang hingga kini masih merendam 53 desa di 10 kecamatan, sebanyak 4.306 hektare sawah terendam banjir, bahkan sebagian mengalami kerusakan cukup parah dan dikhawatirkan puso.

"Banjir terjadi sejak Sabtu (31/12) akibat luapan sejumlah sungai yang tak mampu menampung debit air, hingga kini masih merendam ribuan sawah, maka kekhawatiran terjadi gagal panen sudah di depan mata," ujarnya.

Jumlah sawah terendam banjir di Kabupaten Kudus mencapai 3.351 hektare tersebar di 9 kecamatan yakni Kecamatan Undaan 1.897 hektare, Kecamatan Kaliwungu 347 hektare, Kecamatan Jekulo 587 hektare, Kecamatan Mejobo 419 hektare dan Kecamatan Jati 101 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Dewi Masitoh mengatakan akibat terendam banjir tersebut, sebagian petani dengan tanaman  padi terancam gagal panen. Namun petani yang ikut Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), jelas Masitoh, dapat berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) setempat dan jika dinyatakan puso diajukan klaim. "Bagi petani yang tidak ikut AUTP, maka akan diusahakan mendapat bantuan," imbuhnya. (OL-15)
 

Baca Juga

DOK MI

Polisi Periksa Delapan Saksi Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Balita Di NTT

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:29 WIB
POLRES Manggarai Timur, NTT telah meminta keterangan delapan orang saksi terkait laporan dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang...
Dok MI

Marudut Peringatkan Jangan Sebar Isu Hoaks Kasus Hanifah Husein

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:47 WIB
Marudut menegaskan bahwa pihaknya telah memastikan MAKI tidak memiliki cabang di Sumatera...
MI/Benny Bastiandy

Angin Kencang Terjang Cianjur, Pohon-Pohon Tumbang

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:11 WIB
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, diterjang angin kencang, Sabtu (4/1) pagi. Di sejumlah wilayah dilaporkan terjadi pohon...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya