Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yang terjadi menganggu operasional kapal di sejumlah pelabuhan di Jawa Timur, khususnya pelabuhan di Situbondo dan Sumenep. Di dua pelabuhan tersebut, banyak kapal yang tidak bisa berlayar dan memilih lego jangkar.
"Banyak kapal terpaksa menunda pelayaran," kata Kepala BPBD Jatim Gatot Soebarto saat menerima laporan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Surabaya.
Penundaan pelayaran juga terjadi di Pelabuhan Jangkar, Pelabuhan Kalbut, Pelabuhan Besuki, Pelabuhan Panarukan, dan Pelabuhan Mimbo. "Kami tunda semua. Kapal dari pelabuhan di Situbondo itu tujuan Raas, Sepudi, dan Kangean. Semua pulau di Madura kena imbas cuaca ekstrem," katanya.
Penundaan sementara operasional kapal ini karena cuaca ekstrem yang melanda Laut Jawa, Madura, dan Samudra Hindia dalam dua hari ke depan. Cuaca ekstem juga menyebabkan gelombang laut meningkat.
Herlan mengungkapkan larangan operasional ini hanya berlaku untuk kapal berdraf 3 meter. Kapal baru bisa setelah cuaca membaik.
Pihaknya berharap nelayan tidak beraktivitas di laut."Alhamdulillah, mereka patuh pada imbauan kami," ujarnya. (OL-15)
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
Operasional kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca dan rekomendasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Indonesian National Shipowners Association/INSA memperkirakan negara berpotensi kehilangan penerimaan pajak hingga triliunan rupiah dari aktivitas kapal asing.
BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
IPC TPK di penghujung tahun 2025 dengan melayani tambahan layanan adhoc (Adhoc Service) dari perusahaan pelayaran global, CMA CGM.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara berpotensi disertai hujan badai dan petir berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia selama periode 3-9 April 2026. Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, meski Indonesia mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved