Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH diguyur hujan dan diterjang banjir dua hari terakhir, ratusan hektare (ha) lahan sawah di kawasan Kabupaten Pidie Provinsi Aceh, terendam dan terancam menunda tanam sehingga menggeser waktu panennya.
Lokasi paling parah terjadi di Kecamatan Delima dan Padang Tiji. Ratusan petani terpaksa menunda menanam padi karena lagan sawah mereka tergerus banjir luapan Sungai Krueng Tengku Chik Di Reubee, Kecamatan Delima dan Sungai Krueng Paloh, Kecamatan Padang Tiji.
"Bibit di persemaian yang baru kami tabur rusak tergerus banjir. Karena sudah tergerus dan tertimbun semdimen lumpur banjir, sekarang harus menabur benih lain" tutur Abdullah Adam, warga Desa Raya Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Kamis (15/12).
Penjabat Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, kepada Media Indonesia, mengatakan, dibeberapa lokasi banjir itu sudah merupakan langganan terendam setiap musim penghujan. Itu sebabnya para petani di lokasi rawan bencana alam itu sangat mewaspadai kondisi tidak menguntungkan ini.
"Mereka tidak menanam padi lebih awal atau menunda dulu menabur benar hingga musim hujan berkurang pada bulan Januari. Itu guna menghindari kerugian dan mengurangi resiko bencana banjir," tutur Wahyudi.
Wahyudi yang memantau langsung ke lokasi banjir bersama Sekda Idhami mengungkapkan, akibat fenomena alam kali ini, sedikitnya 500 hektar (ha) lahan sawah yang baru ditabur benih dan siap tanam terendam banjir. Sekitar 100 hektare diantara lahan sawah yang terendam itu sudah ditanami padi baru berumur 1 hingga 10 hari.
Menurut Wahyudi, untuk mencegah banjir di beberapa lokasi setempat, harus dilakukan bebera solusi. Misalnya solusi jangka menengah pertama dengan cara melakukan gerakan reboisasi (menanam pohon) di hulu sungai.
Lalu membuat bantaran sungai pada kontur cekungan topografi. Kemudian solusi jangka panjang yaitu harus membangun waduk pengendali air sehingga tidak terjadi banjir.
"Harus dilakukan solusi tepat jangka menengah dengan melakukan reboisasi di hulu sungai dan membuat bantaran sungai. Lalu harus ada waduk untuk pengendali air" tutup Wahyudi Adisiswanto. (OL-13)
Baca Juga: Peternak Karawang Dapat Bantuan Pakan dari Ajinomoto dan RHJ
PETANI kakao di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak lagi bersemangat pergi ke kebun. Sejak dua bulan terakhir, harga biji kakao turun.
Ini bukan sekadar imbauan tetapi motivasi bagi seluruh jajaraan, dan pihaknya pun ikut membantu mencari bibit unggul.
Ini merupakan tugu raksasa berbentuk biji melinjo (eneuk Mulieng) gerbang memasuki Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh diperpanjang mulai Senin (9/12) hingga Minggu (22/12) Desember 2024 (14 hari ke depan).
SEBANYAK 11 lokasi TPS rawan banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di pindah ke tempat lain yang lebih aman.
Di Kecamatan Delima, banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Krueng Teuku Chik Di Reubee dan Sungai Krueng Baro itu merendam puluhan desa.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved