Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI masa tanam di bulan Oktober 2022 hingga Maret 2023, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sudah menyiapkan stok pupuk urea dan NPK sesuai alokasi dan ketentuan yang ditetapkan. Di penghujung tahun, Pusri menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi di setiap gudang lini II terpenuhi sesuai ketentuan.
Adapun untuk di wilayah Sumsel stok pupuk urea yakni 9.482 ton sementara NPK sebanyak 8.267 ton. Vice President Humas Pusri, Soerjo Hartono, mengatakan pupuk bersubsidi telah didistribusikan sesuai dengan ketentuan Pemerintah.
"Yakni disalurkan kepada petani yang telah terdaftar dan masuk dalam e-RDKK. Hal ini dilakukan agar mempermudah proses evaluasi dan alokasi oleh Kementerian Pertanian," ucap Soerjo, Senin (12/12/2022).
Ia menjelaskan, Kementan telah menetapkan sejumlah ketentuan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini. Diantaranya, petani wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektar, menyusun dan memiliki alokasi pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), serta pada wilayah tertentu menggunakan Kartu Tani.
"Selain bertanggungjawab menyediakan pupuk bersubsidi, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan petani, Pusri juga menyiapkan stok pupuk non subsidi dan rangkaian produk inovasi Pusri," beber dia.
Beberapa produk inovasi atau NPK Customize yang dihasilkan tim riset Pusri seperti pupuk NPK 15-15-15 dan NPK 16-16-16 untuk tanaman pangan, NPK 12-12-17-2 dan NPK 13-6-27-4 untuk komoditi sawit serta pupuk special komoditi yaitu NPK Kopi dan NPK Singkong.
Selain itu, Pusri juga mendorong kesejahteraan petani melalui Program Makmur (Agrosolution) yang telah berjalan di berbagai Provinsi di Indonesia. Program ini telah terbukti meningkatkan produktivitas hasil pertanian sampai 20-30 persen.
"Kami bersama seluruh anggota Pupuk Indonesia Grup tentunya bersama-sama akan terus berkolaborasi serta mensosialisasikan Program Makmur kepada seluruh petani di Indonesia, agar petani dapat sejahtera dan ekonomi yang meningkat melalui optimalisasi tata kelola pertanian secara terintegrasi," ujar Soerjo.
Program Makmur Pusri tersebar di berbagai Provinsi di Indonesia diantaranya Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Riau, Sumatra Selatan, Sumatera Utara dengan rincian tanaman pangan 8.807,5 Hektar dan tanaman perkebunan 30.099,99 hektar. Terkait akuisisi petani, Program Makmur Pusri telah menggandeng 14.890 petani dari target sebanyak 25.000 orang petani, atau telah tercapai sebesar 59,56 persen dari target. (OL-13)
Baca Juga: Pemprov Sumsel Catat Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
PENYALURAN pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) pada hari pertama di 2026 langsung diserbu para petani.
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di 2026.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat penjualan pupuk nonsubsidi sebesar 836 ribu ton melalui program One Day Promotion (ODP) yang digelar di 10 provinsi.
Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 113 Tahun 2025 sebagai revisi atas Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.
Lokasi yang mulai ditanami yaitu meliputi Kecamatan Indrajaya dan Kecamatan Delima. Petani berpacu menanami karena bibit padi sudah cukup umur.
PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran musim tanam Oktober-Maret dengan terus menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi swasembada pangan dengan menyalurkan bantuan benih padi mandiri kepada Sidrap dan Soppeng.
Selain subsidi, Pupuk Indonesia juga menyediakan pupuk nonsubsidi atau komersial sebanyak 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
Musim tanam gadu yang berlangsung antara Mei hingga Agustus memiliki peran penting dalam menjaga target produksi beras nasional.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved