Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Sukabumi pada Kamis (8/12) pukul 07.50 WIB. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa itu berasal di 22 kilometer Tenggara Sukabumi dengan kedalaman 104 kilometer.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryoni mengungkapkan gempa tersebut dipicu dari adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia atau populer disebut sebagai gempa di zona benioff.
"Ini gempa dalam lempeng Indo-Australia atau gempa benioff. Ground motionnya memang lebih kuat dari gempa sekelasnya dari sumber lain," kata Daryono dalam keterangan resmi.
Baca juga: Pakar UGM : Rentetan Gempa Cianjur, Garut, Probolinggo Tidak Saling Terkait
Ia meminta agar masyarakat Jawa Barat jangan khawatir. Pasalnya, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Adapun, berdasarkan pemantauan BMKG, gempa itu dirasakan di Rancaekek dengan skala IV MMI, dan dirasakan pula di Lembang, Bogor Bandung, Pangandaran, Padalarang, Cianjur dengan skala getara III MMI. Selain itu dirasakan di Sumur, Sukabumi, Jakarta Selatan, Garut, Bekasi dan Tangerang dengan skala II MMI. (OL-1)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Memasuki puncak musim hujan, warga Jakarta diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang berencana menghabiskan akhir pekan di luar ruangan.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved