Rabu 07 Desember 2022, 16:05 WIB

Serikat Buruh Temanggung Kawal Kenaikan UMK 8,01 persen

Tosiani | Nusantara
Serikat Buruh Temanggung Kawal Kenaikan UMK 8,01 persen

dok.Ant
Ilustrasi

 

PARA buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Kehutanan Perkayuan dan Pertanian Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Hukatan SBSI) Temanggung, Jawa Tengah bertekad akan terus mengawal kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun sebesar 8,01 persen dari tahun sebelumnya sesuai usulan yang disampaikan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Jika penetapan UMK yang sedianya akan dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Rabu (7/12) ini tidak sesuai harapan buruh, pihak Hukatan SBSI berniat akan menggelar aksi untuk menentangnya.

Sebelumnya, Pemkab Temanggung telah mengajuka  usulan kenaikan UMK 2023 sebesar 8,01 persen atau Rp 151 ribu ke provinsi. Dengan demikian UMK Temanggung 2023 akan menjadi Rp 2.039.066. Angka ini naik dari UMK tahun 2022 sejumlah Rp 1.887.832.

"Untuk Temanggung, kita tetap kawal kenaikan UMK di angka 8,01 persen. Itu sesuai Peraturan Menteri Nomor 18 tahun 2022," cetus Ketua Federasi Serikat Buruh Hukatan SBSI Temanggung, Wahyudi, saat dihubungi, Rabu (7/12/2022).

Wahyudi menyadari, di tengah kondisi resesi ekonomi saat ini, semua pihak, yakni pengusaha dan buruh sedang kesulitan. Akan tetapi, sesuai harapan buruh, kenaikan UMK tetap harus dilakukan agar daya beli buruh tetap terjaga. Minimal untuk mengimbangi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Di tengah kondisi resesi seperti ini, perusahaan banyak yang tidak pakai lembur dan lain-lainnya. Sama-sama sih, bagi pengusaha juga berat, bagi buruh juga berat sebenarnya. Tapi untuk meningkatkan daya beli buruh, UMK tetap harus naik, minimal sesuai dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi,"katanya.

Menurut Wahyudi, pihaknya juga masih menunggu Gubernur Jateng menetapkan UMK. Jika penetapan UMK nantinya tidak sesuai usulan kenaikan tersebut, maka pihak buruh akan menggelar aksi untuk melawannya.

"Kami akan aksi, soalnya kalau tidak sesuai maka Gubernur berarti mengkhianati perkataannya sendiri karena UMP Jateng juga begitu,"katanya. (OL-13)

Baca Juga: Serikat Pekerja Di Sumut Tuntut Kenaikan UMK 2023 Di Atas 10%

Baca Juga

DOK.MI

Situasi Polres Malinau Kaltara Kondusif Usai Dirusak Massa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:20 WIB
Peristiwa ini berawal dari tertembaknya korban LH oleh Brigadir W dari Tim Intel Resmob Kompi 4 Yon A Pelopor Polda...
ANTARA/Istafan Najmi

BKSDA Teliti Perilaku Harimau Sumatra Serang Warga di Aceh Selatan

👤Amiruddin Abdullah 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:05 WIB
Sampel darah harimau tersebut akan dikirim ke Laboratorium PSSP Bogor untuk pemeriksaan canine distemper...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Kirab Barongsai dan Liong Meriahkan Cap Go Meh di Denpasar

👤Ruta Suryana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 22:40 WIB
Kirab barongsai dan liong tidak hanya melibatkan warga keturunan Tionghoa dan umat di klenteng, tetapi juga masyarakat Hindu Bali dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya