Rabu 30 November 2022, 16:35 WIB

Serikat Pekerja Di Sumut Tuntut Kenaikan UMK 2023 Di Atas 10%

Yoseph Pencawan | Nusantara
Serikat Pekerja Di Sumut Tuntut Kenaikan UMK 2023 Di Atas 10%

DOK MI
Ilustrasi

 

SERIKAT pekerja di Sumatera Utara (Sumut) berharap adanya kenaikan upah minimum yang lebih signifikan di tingkat kabupaten/kota. Serikat pekerja ingin kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2023 di atas 10%.

"Kami akan memperjuangkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)  ahun2023 di atas 10%," ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut Willy Agus Utomo, Rabu (30/11).

Dia menuturkan, serikat pekerja dan buruh mengapresiasi Keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 naik 7,45% dari UMP 2022. Dengan kenaikan itu, UMP Sumut 2023 bertambah Rp187.883,99 menjadi Rp2.710.493,93.

Menurut Willy, kenaikan UMP Sumut 2023 sudah sesuai dengan hitungan rumus tertinggi yang diatur Permenaker 18 Tahun 2022 tentang Penetapan UMP dan UMK Tahun 2023. Dalam rapat dewan pengupahan Sumut, terdapat opsi di bawah dari angka yang ditetapkan Gubernur.

Namun Gubernur Edy akhirnya memilih untuk menetapkan angka yang tertinggi, yakni 7,45%. Karena itu serikat pekerja dan buruh mengapresiasi penetapan UMP Sumut 2023.

Meski sebenarnya mereka berharap Gubernur menggunakan kewenangan diskresinya untuk menetapkan UMP 2023 naik di angka 13%. Hal itu agar upah minimum Sumut tidak tertinggal jauh dari daerah lain.

Sesuai aturan, UMP menjadi acuan angka terendah bagi dewan pengupahan kabupaten/kota untuk merumuskan besaran UMK. Sedangkan kabupaten/kota yang belum memiliki dewan pengupahan dapat langsung menerapkan UMP. Sumut sendiri memiliki tiga kabupaten yang belum memiliki dewan pengupahan, yakni Nias Utara, Nias Barat dan Pakpak Bharat. 

Dengan demikian, hanya ketiga daerah tersebut yang dapat memberlakukan upah minimum sesuai angka UMP. Karena itu, setelah UMP Sumut 2023 ditetapkan, sambung Willy, serikat pekerja dan buruh masih akan memperjuangkan kenaikan UMK 2023.

Mereka menginginkan agar angka UMK 2023 di tiap daerah di provinsinya bisa naik di atas 10%. Adapun angka UMK 2023 akan ditetapkan Bupati dan Wali Kota paling lambat pada 7 Desember 2022.

Menurut Willy, sudah saatnya UMK di Sumut mengalami kenaikan sebesar itu. Selama delapan tahun terakhir UMK di Sumut belum pernah mengalami kenaikan di atas 10%. (OL-15)

Baca Juga

MGN/Bambang Yulianto

Longsor Tebing Sungai Bengawan Solo Makini Parah, Warga Ketakutan

👤Bambang Yulianto (MGN), Muhardi (SB) 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:48 WIB
Longsor memang kerap terjadi sejak setahun terakhir. Namun, semakin hari longsor ini kian...
Mi/Mohammad Ghazi

Basarnas Jatim Berhasil Evakuasi Kapal Berbendera Finlandia Ke Pelabuhan Kalianget

👤Mohammad Ghazi 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:41 WIB
TIM Basarnas Jawa Timur, berhasil mengevakuasi kapal pesiar (yacht) Canace ke Pelabuhan Kalianget di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin...
ANTARA

Pelayaran Masih Dihentikan, Penumpang Menumpuk Di Pelabuhan Tanjung Kalian

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 30 Januari 2023, 17:32 WIB
ASDP Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat (Babar), Bangka Belitung hingga kini masih menghentikan sementara operasional...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya