Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mendorong seluruh kampung wisata di kota tersebut memiliki agenda kegiatan yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sehingga kampung wisata menjadi destinasi unggulan di Yogyakarta.
“Belum semua kampung wisata memiliki agenda kegiatan yang bisa dilaksanakan berkelanjutan. Bisa saja hari ini ada wisatawan yang datang tetapi tidak ada kegiatan apapun, begitu juga sebaliknya,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, Jumat (25/11).
Menurut dia, dengan memiliki agenda wisata yang dilaksanakan secara rutin, berkelanjutan dengan jadwal yang tetap, maka akan memudahkan wisatawan untuk menikmati potensi wisata yang ada di tiap kampung wisata.
Penyusunan agenda tidak perlu dilakukan setiap hari tetapi setidaknya ada agenda rutin dengan frekuensi yang rutin sehingga memudahkan wisatawan untuk mengetahui kegiatan di tiap kampung wisata.
“Agenda wisata jangan hanya dilakukan pada saat tertentu saja dengan frekuensi yang tidak tentu. Harapannya, setiap kali wisatawan datang maka mereka bisa menikmati potensi wisata yang disuguhkan. Ada keterikatan antara wisatawan dan kampung wisata,” katanya.
Wahyu tidak memungkiri jika menyusun dan melaksanakan agenda wisata yang sifatnya rutin dan berkelanjutan membutuhkan komitmen dan energi besar dari pengurus kampung wisata.
“Tetapi memang hal ini harus dilakukan supaya keberadaan kampung wisata tersebut mampu memberikan dampak pada masyarakat di kampung tersebut, misalnya untuk perekonomian,” katanya.
Salah satu kampung wisata yang dinilai sudah mampu membuat agenda rutin adalah Kampung Wisata Kali Gajah Wong Giwangan. Kampung tersebut memiliki unggulan berupa Embung Lepen.
“Destinasi di kampung wisata tersebut sudah dikunjungi wisatawan setiap hari dan ada juga kegiatan ekonomi di kawasan tersebut. Kampung wisata ini bisa menjadi contoh bagi kampung wisata lain,” katanya.
Saat ini 18 kampung wisata di Kota Yogyakarta juga sudah menetapkan potensi unggulan masing-masing, baik berupa atraksi budaya, potensi kuliner, fesyen, aktivitas wisata, hingga tempat wisata.
“Kami juga melakukan penguatan kelembagaan seluruh kampung wisata untuk mendukung upaya pengembangan kampung wisata. Perlu ada kolaborasi, interaksi, dan inovasi sehingga potensi wisata yang sudah tercipta bisa dijalankan secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta juga memberikan dukungan di antaranya pembangunan signage atau penanda dan penambahan street furniture di Kampung Wisata Gedongkiwo. (Ant/OL-12)
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved