Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mencatat prevalensi stunting di daerah itu angkanya sekitar 22 persen. Sementara target nasional yakni 14 persen pada 2024 mendatang.
Untuk itu, Pemkab Banyuasin melalui tim percepatan penurunan stunting satuan tugas stunting terus berupaya menekan angka stunting tersebut. "Agar berjalan optimal, maka perlu dilaksanakan rapat koordinasi untuk merumuskan program dan kegiatan apa saja yang akan kita lakukan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banyuasin,� ujar Wakil Bupati Banyuasin, Slamet Somosentono.
Ia menerangkan masing-masing pihak yang telah diberi kepercayaan untuk menjadi tim percepatan penurunan stunting (TPPS) ini diharapkan agar dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam mendukung program pemerintah terkait penanganan program pemerintah terkait penanganan stunting tersebut.
Berdasarkan rembuk stunting yang telah dilakukan, disepakati ada beberapa kecamatan yang menjadi lokus stunting tahun 2022 ini, yaitu Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin III, dan Air Kumbang.
Ia menjelaskan, penyebab masih tingginya angka stunting yakni, kurangnya asupan gizi pada anak, rendahnya cakupan akses air bersih dan sanitasi, rendahnya pendidikan orang tua dan pola asuh yang salah, serta kurangnya tenaga kesehatan, terutama ahli gizi dalam memantau perkembangan balita.
Untuk menurunkan angka prevalensi stunting tersebut, pihaknya membuat program-program pengamanan dan pencegahan stunting yang terintegrasi dan terpadu yang dilaksanakan 13 satuan kerja.
"Strategi percepatan pencegahan stunting dilakukan dengan melaksanakan intervensi gizi spesifik oleh Dinas Kesehatan dan intervensi gizi sensitif oleh Dinas Pendidikan, Perkintan, Sosial, Pangan, KBPPPA, PMD, Perikanan, Pertanian, DLH, Capil, Kominfo dan Bappeda," ucapnya.
Ia mengatakan, pihaknya sudah menyosialiasikan permasalahan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Banyuasin melalui gerakan Begesah (Beragam Edukasi Gerakan Masyarakat Sadar Hidup Sehat). Gerakan itu terdiri atas lima kegiatan, yakni gerakan makan telur dan ayam di posyandu untuk mencegah stunting, gerakan deteksi dini IVA dan Sadanis.
Lalu, memberi edukasi informasi dan mengajak kaum wanita untuk diperiksa, sehatkan keluarga dengan jamu dan akupresure, gerakan seribu jamban, dan gerakan 500 sertifikat penyuluhan keamanan pangan. (OL-15)
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved