Selasa 22 November 2022, 22:07 WIB

Kementan Komitmen Dukung Kabupaten Malang Kembangkan Petani Milenial

mediaindonesia.com | Nusantara
Kementan Komitmen Dukung Kabupaten Malang Kembangkan Petani Milenial

dok.humas
Sinergitas Program YESS dengan Pemkab Malang melalui District Multi Stakeholders Forum (DMSF).

 

PROYEK percontohan pengembangan generasi muda melalui pengembangan SDM pertanian, dengan aneka pelatihan dasar oleh Kementerian Pertanian RI bersama International Fund For Agriculture (IFAD) via Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) pada sejumlah kabupaten di salah satunya Kabupaten Malang di Jawa Timur.

Kementan bersama IFAD berupaya mewujudkannya melalui Program YESS dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di sejumlah provinsi.

Dukungan pemerintah daerah turut menentukan sukses Program YESS, seperti diupayakan Polbangtan Malang selaku PPIU Jatim meningkatkan sinergitas dengan Pemkab Malang melalui kegiatan District Multi Stakeholders Forum (DMSF) di Malang, belum lama ini.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Kementerian Pertanian RI terus berupaya mengubah wajah sektor pertanian, dengan mengandalkan para petani milenial dan pemanfaatan teknologi digital.

“Kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan para petani muda milenial melalui pelatihan. Memanfaatkan teknologi, alsintan dan jejaring pemasaran. Kemudian kita ubah mindset generasi milenial bahwa pertanian itu keren dan hebat, serta optimis bahwa ditangan generasi muda sektor pertanian akan lebih maju,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi tentang pentingnya pertanian sebagai sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia.

"Pertanian adalah sektor terpenting, untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional," katanya.

Seiring perkembangan zaman, kata Dedi Nursyamsi, semua pihak diminta aktif mengembangkan pertanian berbasis teknologi atau smart farming.

Pertemuan DMSF dihadiri para pemangku kepentingan seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan dan dinas terkait lainnya maupun Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Ikamaja, FK4S, DPA/DPM Kabupaten Malang, perwakilan Penerima Manfaat YESS, Business Development Service Provider (BDSP), Mobilizer dan Financial Advisor Program YESS Kabupaten Malang.

Malang, salah satu kabupaten di Jatim menjadi lokasi pelaksanaan Program YESS. Terhitung Juli hingga September 2022, Program YESS memfasilitasi 4.500  pemuda pertanian Malang dengan pelatihan dasar wirausaha berupa Pelatihan Jalur Motivasi Bisnis, Manajemen Bisnis bagi Pemula, Literasi Keuangan dan Rencana Usaha.

Program YESS 2022 juga memfasilitasi 1.000 pemuda dengan 16 Jenis Pelatihan Lanjutan Pertanian, Packaging dan Perijinan subsektor peternakan berupa pelatihan pakan ternak, pupuk organik dan olahan hasil peternakan serta pelatihan budidaya padi, porang, tebu, cabai, kopi, tembakau, porang, kakao dan olahan hasil pertanian.

Sekretaris Daerah Pemkab Malang, Wahyu Hidayat mengatakan sektor pertanian Indonesia dinilai tumbuh paling tinggi dalam satu dekade terakhir, dan turut meningkatkan ekonomi Indonesia, namun harus tetap waspada pada ancaman krisis pangan global.

"Program YESS dan program lainnya, diharapkan dapat mempertahankan sektor pertanian Indonesia yang mana di tahun-tahun yang akan datang generasi muda pertanian sangat berperan penting dalam perkembangan ekonomi negara, khususnya dalam kedaulatan pangan di Indonesia," katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Malang, Tomie Herawanto berharap DMSF tidak hanya berdiskusi, tapi harus bertindak, untuk mendisain sinergi mengembangkan generasi muda di sektor pertanian. Harapannya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah dapat berkomitmen penuh mendukung Program YESS.

"Kami dari perencanaan daerah turut merencanakan program apa yang harus dibuat, agar Program YESS yang berakhir pada 2025, telah tercetak pemuda pertanian yang menjadi aset daerah. Nantinya tidak kehilangan arah, dan terus mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan ekonomi Malang," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Petani Milenial Meningkat, Pemkab Tulungagung Apresiasi Kementan

Baca Juga

Dok. PT POs Inddonesia

Pos Indonesia Beri Bantuan Tabung Gas untuk Korban Erupsi Semeru

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 16:07 WIB
“Masyarakat yang terdampak erupsi Semeru, begitu masuk ke rumah relokasi kita penuhi semua kebutuhan dasarnya. Misalnya tabung gas,...
Ist

Di Seminar Hari HAM, LaNyalla Sebut Penjajahan Ekonomi Pelanggaran Hak Kesejahteraan 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 15:35 WIB
Hari ini terjadi pola kolonialisme dalam bentuk baru yang menyusup melalui wajah globalisasi yang menyatu dengan oligarki ekonomi di dalam...
Ist

Smart City dan Guru 5.0, Mimpi Besar Kota Kecil Bernama Payakumbuh

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 15:26 WIB
Sejak tahun 2022 ini, seperti dikutip dari nationalgeographic.grid.id, Payakumbuh telah mengambil sejumlah langkah menuju Kota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya